Satlantas Polres Depok Perketat Penerbitan SIM, Ini Untuk Minimalisir Kecelakaan Lalin

0
203

www.depoktren.com–Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Depok akan memperketat dalam penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM). “Ini salah satu upaya dalam menekan angka kecelakaan di jalan paling sering bagi pengguna kendaraan bermotor,” ujar Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan di Mapolresta Depok, Rabu (1/6/2016).

Untuk itu penerbitan SIM akan diselektif ketat dengan mengikuti beberapa tes yang akan diujikan bagi pemohon. “Sudah kita mulai untuk lebih diketatkan lagi dalam pembuatan SIM baru bagi masyarakat. Hal ini bertujuan masyarakat agar lebih mantap dan tahu rambu-rambu lalulintas supaya lebih tertib dan tentunya dapat meminimalisir kecelakaan di jalan,” tutur Harry.

Terkait jika ada praktek percaloan, pihaknya sudah mengantisipasi sejak dini yaitu dengan menempatkan anggota provos di lingkungan uji praktek SIM. “Sistem satu pintu kita gunakan dalam proses pembuatan SIM. Selain dapat menghindarkan percaloan juga lebih transparan,” ungkap Harry.

Kasat Lantas Polres Depok, Kompol Sutomo mengatakan dalam penerbitan SIM baru pihaknya mengacu kepada Perkap No.9 Tahun 2012 yaitu masyarakat dapat mempelajari soal-soal uji teori dengan belajar mengenai minimal tiga aspek.

Ketiga aspek yang diterapkan tersebut, yaitu tentang pemahaman tercantum dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJR, lalu Perkap Kapolri No.9 Tahun 2012 tentang SIM, marka-marka dan petunjuk jalan, serta berkaitan dengan PNBP dan pelayanan publik. “Bagi masyarakat pemohon uji SIM yang memang belum lulus dalam pengajuan SIM baru dapat mengulangnya kembali,” terangnya.

Menurut Sutomo, pelayanan SIM di Satlantas Polresta Depok berhasil memperoleh Piala Citra Pelayanan Publik dari Presiden RI. “Kami siap menerima kritikan serta masukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Kami sangat apresiasi kritik dan saran dari masyarakat, dan itu akan kami jadikan sebagai pemicu untuk lebih baik lagi ke depannya,” tuturnya.

Dia mengutarakan, pembuatan SIM yang sudah mulai diperketat ini, sudah terbukti dapat mengurangi angka pelanggaran lalulintas selama operasi Patuh Jaya 2016 yaitu 5.015 pelanggar lalin, jika dibandingkan dengan operasi Patuh Jaya 2015 ada 6.173 pelanggar lalin. “Tercatat, sampai saat ini kecelakan lalin tidak ada korban jiwa,” tutur Sutomo. (mas tete)

 356 total views

LEAVE A REPLY