Pengawasan Ketat PPDB akan Diberlakukan

0
328

www.depoktren.com–Dinas Pendidikan (Disdik) Pemrintah Kota (Pemkot) Depok akan memberlakukan pengawasan secara ketat dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016. Pengawasan secara ketat tersebut termasuk pengamatan secara fisik bagi warga yang mengaku-ngaku miskin agar anaknya dapat diterima di sekolah negeri.

”Memang sudah ada laporan seperti warga mampu, ia pakai perhiasan, menggunakan mobil pribadi dan ponselnya canggih namun masih menggunakan Jamkesda agar mempermudah anaknya dapat diterima di sekolah negeri. Tentu modus semacam ini akan kami awasi ketat,” ujar Kepala Disdik Pemkot Depok, Herry Pansila, di Balaikota Depok, Kamis (23/6/2016).

Herry menambahkan, untuk meminimalisir hal itu, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan dinas terkait yakni UPT Jamkesda. Pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah terjadinya perbuatan curang dalam pelaksanaan PPDB.

”Kami terus antisipasi, mudah-mudahan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) mampu mengeliminasi orang-orang yang menggunakan Jamkesda. Jelas kami tolak jika ada orang tua murid menggunakan Jamkesda tapi penampilan fisiknya tidak seperti orang tak mampu, turun dari mobil, pakai ponsel pintar, pakaian dan sepatu yang dipakai terlihat bagus dan lainnya,” papar Herry.

Namun begitu, Herry belum bisa memastikan berapa banyak jumlah siswa yang akan diterima masuk sekolah negeri pada tahun 2016 ini. ”Tidak ada peningkatan karena belum ada pembangunan sekolah baru. Kemugkinan tidak jauh beda lah dengan tahun 2015 lalu,” tuturnya.

Menurut Herry. pihaknya akan menegakkan peraturan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan PPDB 2016. ”Penerimaan siswa sesuai aturan yang berlaku dan ditetapkan. Kami juga akan menindak tegas jika ada siswa titipan. Kami usahakan siswa yang diterima sesuai dengan prestasi dan jalurnya,” tegasnya.

Herry menyampaikan, informasi PPDB yakni untuk siswa berasal dari Kota Depok memiliki kuota 69 persen, siswa dari luar Kota Depok tapi masih satu propinsi memiliki kuota lima persen dan siswa dari luar Kota Depok beda propinsi kuotanya satu persen. Pendaftaran PPDB pada 27-28 Juni 2016, pengumuman PPDB pada 29 Juni 2016. Daftar ulang pada 30 Juni 2016-1 Juli 2016. Adapun hari pertama masuk sekolah pada Tahun Ajaran 2016/2017 yakni 18 Juli 2016.

”Informasi lengkapnya bisa datang langsung ke sekolah yang dituju atau datang ke Kantor Disdik Depok di Balaikota Depok,” imbuh Herry.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyatakan, pelaksanaan PPDB harus berjalan lancar sesuai aturan yang telah ditetapkan Pemkot Depok. ”Jangan ada lagi titip menitip siswa dan jangan pernah ada pungli di sekolah. Saksi tegas dan pidana bagi yang melanggar. Untuk masyarakat saya imbau jangan mencoba-coba berikan sesuatu dalam bentuk apapun ke pihak sekolah karena itu perbuatan pidana,” pungkasnya. (illa)

 488 total views

LEAVE A REPLY