KPAI Berbagi Tips Saat Ditinggal Pembantu Mudik

0
327

www.depoktren.com–Lebaran Idul Fitri tinggal menghitung hari. Biasanya para asisten rumah tangga (ART) mudik. Alhasil para orangtua terpaksa mencari pembantu musiman atau pembantu infal selama lebaran. Nah, para orangtua diingatkan agar hati-hati saat memilih pembantu infal.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh menyerukan orangtua untuk berhati-hati memilih pembantu infal yang marak setiap Idul Fitri tiba. Seruan ini berkaitan dengan tanggungjawab pengasuhan anak tetap berada di tangan orangtua.

“Di tengah kesibukan menyiapkan mudik dan libur lebaran, orangtua tetap memiliki tanggungjawab untuk mengasuh anak secara baik” kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Menurut Niam, ART menjalankan fungsi substitusi dalam pengasuhan anak karena yang punya tanggung jawab tetap orang tua.
Pengasuhan anak tidak bisa digantungkan sepenuhnya kepada pembantu, khususnya yang baru dikenal. KPAI mencatat pada tahun lalu, tingginya pelanggaran pengasuhan anak yang dilakukan pembantu infal setiap musim libur lebaran tiba.

“Kasus mulai dari kekerasan fisik hingga kejahatan seksual terjadi pada lebaran tahun lalu. Ini terjadi karena kelalaian orang tua. Oleh sebab itu, kita mengimbau orangtua tetap menjadi yang terdepan dalam mengasuh anak,” tuturnya.

Ditambahkannya, jika terpaksa mempekerjakan pembantu infal, Ketua KPAI berbagi tips agar anak-anak tetap terlindungi. Pertama, pada saat merekrut pembantu infal, orangtua harus memastikan identitasnya secara jelas, termasuk latar belakang keahlian.

Kedua, jenis pekerjaan yang tidak terkait dengan pengasuhan anak, misalnya mencuci, membersihkan rumah, dan sejenisnya, sementara pekerjaan yang terkait dengan pengasuhan anak tetap dipegang langsung oleh orang tua dan keluarga. “Jika memang harus rekrut pembantu infal, sebaiknya tidak memprioritaskan pekerjaan yang berkaitan dengan pengasuhan anak,” tuturnya

Ketiga, jika terpaksa mempekerjakan pembantu infal untuk pengasuhan anak, maka harus dalam pengawasan orang tua. “Tidak boleh dilepas sendiri. Orangtua harus mengawasi dengan benar pembantu tersebut yang baru dikenal. Tidak boleh lengah,” tandasnya.

Di samping itu, Niam juga mengingatkan orang tua, saat mengajak anak-anak liburan, untuk memilih tempat rekreasi yang edukatif, tidak membahayakan, dan tentu tetap harus mendampingi serta memberikan pengawasan terhadap keselamatan anak. (laras)

 507 total views

LEAVE A REPLY