#SaveMargonda

0
245

www.depoktren.com–Berhati-hatilah menyeberang di Jalan Margonda Raya Depok. Sudah cukup banyak korban luka dan meninggal tertabrak kendaraan bermotor. Semerawutnya lalu lintas kendaraan motor, mobil dan angkutan umum serta minimnya rambu-rambu lalu lintas, tak memadainya trotoar pejalan kaki dan kurangnya Jembatan Penyeberang Orang (JPO) dituding sebagai biang sering terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan yang menjadi etalase Kota Depok itu.

Pada Ahad (20/8/2016), jalan utama di Kota Depok ini kembali memakan korban. Seorang penyeberang jalan yang merupakan mahasiswi  Universitas Indonesia (UI), Fefi Selvia (21) meregang nyawa tertabrak motor yang melaju kencang saat akan hendak menyeberang di Jalan Margonda. 

Peristiwa naas yang menimpa mahasiswi semester 1, Fakultas Farmasi UI ini mendapat gerakan belasungkawa dari rekan-rekan sesama mahasiswa, terutama mahasiswa UI dan warga Depok. “Jalan Margonda itu seperti jalur maut, hampir setiap hari terjadi kecelakaan,” kata seorang warga Beji, Depok, Teguh, Rabu (24/8/2016).

Menurut Teguh, Jalan Margonda memang cukup ramai dengan lalu lintas kendaraan bermotor serta aktivitas para pejalan kaki. Di kawasan tersebut merupakan pusat bisnis dan perdagangan yang terdapat beberapa pusat perbelanjaan dan beberapa apartemen serta juga terdapat beberapa kampus, diantaranya UI dan Gunadarma. “Lalu lintas Jalan Margonda semerawut, angkot berhenti dan ngetem sembarangan dan tak memadai trotoar pejalan kaki dan minimnya JPO penyebab seringnya pejalan kaki tertabrak mobil atau motor,” tuturnya.

Sudah cukup lama, kegamangan mahasiswa dan warga Depok dengan kondisi lalu lintas Jalan Margonda yang semerawut dan ‘tak ramah’ dengan pejalan kaki yang kerap memakan korban. Sejak tahun 2005 dan hampir setiap tahun muncul tuntutan membenahi Jalan Margonda terutama tuntutan dibuatnya trotoar pejalan kaki yang memadai dan penambahan JPO di jalan sepanjang 4.895 Km itu. Tapi, sepertinya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok ‘budeg’ dan tak menanggapi serius tuntutan tersebut. “Ada pembenahan tapi tak maksimal, hanya bongkar, pasang. Justru makin semerawut, trotoar pejalan kaki semakin tak memadai apalagi berharap pembangunan penambahan JPO. Satu JPO yang ada justru dibongkar,” ungkap Rizal, warga Cimanggis, Depok.

Saat ini JPO di sepanjang Jalan Margonda hanya ada empat yakni JPO Margonda Residence (Mares), JPO Margo City-Detos, JPO Terminal dan JPO Balai Kota Depok. Satu JPO di Mal Depok sudah tidak ada.

Kini, kasus kecelakaan Fefi kembali dijadikan momentum menuntut Pemkot Depok membenahi Jalan Margonda, diantaranya dengan membuat trotoar pejalan kaki yang lebih manusiawi dan penambahan JPO.

Muncul gerakan dan petisi di media sosial (medsos) yang sudah didukung ribuan orang yang berisi tuntutan ke Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk dengan serius membenahi Jalan Margonda Raya sehingga dapat meminimalisir kasus kecelakaan lalu lintas. Ada display picture berwarna hitam dengan tulisan “MARGONDA” dan emoticon sedih di medsos. Ada juga tulisan dengan menggunakan tagar #SavePejalanKaki dan #Margonda. “Harapan kita tidak ada korban lagi,” harap Hasnah, mahasiswi UI Depok.

Mahasiswa UI lainya, Mutaqien meminta keseriusan Pemkot Depok untuk segera memanusiawikan Jalan Margonda yang ramah lingkungan.

“Jangan ada lagi korban keganasan Jalan Margonda. Serius dong benahi Jalan Margonda, bangun trotoar dan JPO  yang layak, nyaman dan ama,” pintanya. (Riki)

 366 total views

LEAVE A REPLY