Kapolres Depok Senang Diklarifikasi Wartawan Soal Polisi Pukul Wartawan dan Tudingan Membeking Proyek Jalan Margonda

0
353
Jpeg

www.depoktren.com–Terkait kabar dugaan pemukulan seorang wartawan oleh oknum polisi Polres Depok yang dipicu adanya pengakuan pelaksana proyek Penataan Jalan Margonda yang di bekingi Polres Depok.

Untuk itu, Kapolres Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan angkat bicara. “Tak benar Polres Depok beking proyek dan tak sepenuhnya benar terjadi pemukulan tanpa sebab,” ujar Harry saat menerima audiensi beberapa awak media untuk klarifikasi kejadian tersebut di Mapolresta Depok, Jumat (30/9).

Menurut Harry, terlalu naif dirinya membekingi sebuah proyek. Adapun kejadian pemukulan pun karena anak buahnya mendapat laporan adanya upaya dugaan pemerasan dari seseorang yang semula mengaku sebagai salah satu ormas, namun ketika hendak diamankan terjadi perlawanan. “Anggota tidak tahu kalau dia wartawan dan baru tahu belakangan setelah menunjukkan id card pers. Tadinya mau diproses hukum tapi terjadi perdamaian dan masalahnya sudah selesai,” tuturnya.

Harry mengaku senang dengan kedatangan rekan-rekan wartawan yang langsung mempertanyakan permasalah tersebut. “Saya senang bisa ketemu rekan-rekan wartawan. Saya ambil hikmahnya dengan kejadian ini, bisa lebih mengenal rekan-rekan wartawan. Tak kenal maka tak sayang. Polisi itu mengayomi dan melayani seluruh masyarakat dan itu bagi saya ibadah,” jelas Harry sambil melempar senyumannya.

Lanjut Harry, pihaknya sudah membentuk Humas Polres Depok yang profesional untuk membantu kinerja wartawan. “Saya akan memperkuat kinerja Humas Polres Depok dan langsung saya yang bertanggungjawab. Keberadaan pers bagi kami adalah mitra utama,” tegasnya.

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas BMSDA, saat ini sedang melakukan pekerjaan proyek penataan Jalan Margonda dengan nilai proyek Rp 19 miliar yang dikerjakan oleh PT Daksina Persada. Proyek tersebut direncanakan selesai pada 25 Desember 2016. “Perlu diketahui, setiap proyek pemerintah yang sedang berlangsung, tugas kami untuk melakukan pengamanan agar proyek tersebut berjalan tanpa ada gangguan, termasuk berkoordinasi mengatur lalu lintas jika ada proyek pembangunan jalan,” terang Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho.

Ketua Pembina Depok Media Centre (DMC) Rusdy Nurdiansyah menyatakan persoalan yang terjadi tersebut lebih kepada kesalahpahaman dan tak perlu dibesar-besarkan. “Alhamdulillah, rekan-rekan wartawan sudah menerima dengan baik penjelasan Kapolres Depok. Semuanya sudah clear dan ini sebaiknya dapat dijadikan pembelajaran semuanya, terutama pembelajaran bagi rekan-rekan pers, dimana segala persoalan harus dikonfirmasi kebenarannya, sehingga dapat informasi yang berimbang,” tutur Rusdy.

Wartawan senior Republika itu juga mengimbau¬†insan pers di Depok untuk dapat bekerja dengan profesional dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik Indonesia. “Salut untuk respon cepat Kapolres Depok yang dengan cepat mengklarifikasi persoalan kesalahpahaman tersebut. Pemkot Depok patut mencontoh hubungan kemitraan yang dilakukan institusi Polres Depok yang cukup profesional memfasilitasi kinerja awak media, terutama penyediaan Balai Wartawan,” pungkas Rusdy yang meminta pihak Dinas BMSDA Pemkot Depok untuk memperingati kontraktor PT Daksina Persada jangan arogan menyikapi kerja awak media. (Aris)

 658 total views

LEAVE A REPLY