Humas PT KCJ: Kalau Terbukti, Masinis KRL jadi Bandar Shabu akan Dipecat

0
707

www.depoktren.com– Seorang masinis kereta rel listrik (KRL) Commuter Line (CL) diamankan petugas Satuan Narkoba Polresta Depok. Adalah Gatot Kurniadi (27) yang dicokok di Jalan Citanduy lV, Sukmajaya Depok pada Kamis (3/11) dinihari pukul 01.30 WIB. Dirinya tak dapat mengelak karena di tangannya didapat satu bungkus shabu. “Dari pelaku kita amankan 1,74 gram shabu yang disimpan di dalam plastik dan diselipkan di bungkus rokok,” kata Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis, Minggu (6/11/2016).

Diketahui pelaku adalah seorang masinis yang bekerja di PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Informasi yang berkembang dia sejak tahun 2009 bekerja sebagai staf. Namun baru tahun 2014 menjadi masinis. “Kami masih terus dalami keterangan pelaku. Sampai saat ini pengakuannya masih terus kami kejar,” tandas Putu.

Dikatakan bahwa Gatot adalah pengedar yang sudah lama menjadi target pihaknya. Dia mendapatkan barang haram itu dari temannya yang kini masih didalami keberadaannya. “Dia pengedar kecil. Bisa beli barang jumlahnya lumayan untuk sebagian dipakai bersama,” tandasnya.

Saat ini Gatot harus mendekam di sel Polresta Depok. Pihaknya juga masih mengidentifikasi bandar besar jaringan ini. “Atas perbuatannya pelaku terkena pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009,” katanya.

Sementara itu, Humas PT KCJ, Eva Chairunnisa mengatakan, atas kasus tersebut pihaknya menyerahkan pada pihak kepolisian. Segala proses hukum yang harus ditempuh oleh Gatot pun telah dipercayakan pihaknya pada petugas. “Gatot juga akan mendapat sanksi sesuai mekanisme internal di perusahaan dengan sanksi terberat adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” kata Eva.

Ditegaskan bahwa pihaknya mengaku menjalani pemeriksaan ketat terhadap seluruh masinisnya. Pemeriksaan kesehatan dan assesment psikologis sebelum berdinas mengoperasikan kereta.

“Kepada para pengguna KRL Jabodetabek kami sampaikan bahwa para masinis kami selalu menjalani pemeriksaan kesehatan dan assesment psikologis sebelum berdinas mengoperasikan kereta,” tandasnya.

Lebih lanjut Eva menuturkan, pemeriksaan kesehatan terdiri dari pemeriksaan kondisi fisik dan tes untuk mendeteksi apakah yang bersangkutan berada di bawah pengaruh alkohol maupun zat aditif lainnya. Sementara assesment psikologis akan melihat kesiapan masinis untuk bertugas dari kondisi mental dan pengetahuan teknis maupun regulasinya.

“Jajaran operasi PT KCJ juga aktif melakukan pengawasan langsung di lapangan saat masinis berdinas. hasil pemeriksaan kesehatan, assesment psikologis, hingga pengawasan di lapangan selama ini, seluruh masinis yang mengoperasikan KRL berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik,” tutup Eva. (Mas Tete)

 850 total views

LEAVE A REPLY