Polsek Sawangan Tangkap Residivis Edarkan Ganja

0
305

www.depoktren.com–Terbelit kebutuhan hidup dan pendidikan empat anak tiri, residivis bandar ganja kembali mengedarkan ganja. Pelaku tertangkap tangan oleh aparat yang menyamar dan melakukan transaksi dengannya di depan SPBU Jalan Haji Mawi, Waru Jaya, Parung Bogor.

Pelaku Dian Firmansyah (35), baru keluar dari lapas Paledang enam bulan, kini kembali ditangkap lantaran mengedarkan ganja. Penangkapan ini hasil penyamaran anggota buser dipimpin Kanit Reskrim Sawangan Iptu Darminto, pelaku tertangkap saat akan transaksi.

“Barang bukti ganja seberat 500 gram terbungkus plastik hitam disembunyikan dalam bagasi motor pelaku yamaha mio berhasil disita petugas,”ujar Kapolsek Sawangan Kompol Sutarjo, Senin (7/11/2016) siang.

Perwira mantan Kasubag Dalops Polres Metro Jakarta Pusat ini mengatakan, sebelumnya pelaku sudah dua kali keluar masuk penjara, yaitu pada 2010 pernah dipenjara di lapas Cipinang. Lalu, ada kejadian lain, dan April 2016 pelaku bebas setelah dipenjara di Lapas Paledang Bogor.

“Pelaku orang yang sudah kita cari, berkat ada informasi masyarakat di lokasi TKP kerap ada transaksi ganja petugas langsung menyamar lalu pelaku tidak ada perlawanan saat ditangkap,”kata Kompol Sutarjo sambil mengatakan pelaku tertangkap sekitar pukul 19:30.

Pelaku mendapat keuntungan setiap membeli 500 gram ganja dibeli Rp.2,4 juta, keuntungan perpaket ganja Rp.500 ribu. “Uang keuntungan menjual ganja digunakan untuk kebutuhan hidup dan mencukupi kebutuhan biaya pendidikan empat anak tirinya yang masih duduk di bangku SD,” ungkap Kompol Sutarjo.

Hasil penyelidikan, Kapolsek menambahkan pelaku mendapatkan ganja dari seorang rekanannya J dalam menyuplai ganja. “Pada saat kita grebek lokasi tongkrongan pelaku, J, bandar besar berhasil kabur. Untuk itu petugas masih terus mengejar pelaku,”tutup Kompol Sutarjo.

“Barang bukti motor milik pelaku mio biru F.3579 MY bersama ganja seberat 500 gram kita sita. Selain itu pelaku terkèna sanksi pasal narkotika dengan ancaman diatas 10 tahun.”

Sementara itu berdasarkan pengakuan pelaku, profesi sehari-hari menjadi tukang ojek di pasar tidak cukup untuk menutupi biaya pendidikan anak-anak.

“Saya nikah dengan janda beranak 4 yang masih pada sekolah dan ada yang masih kecil, menghidupi mereka dari ojek saja tidak cukup,” ujar pelaku depan penyidik.

Selain itu keuntungan dari menjual ganja, pelaku gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya pendidikan anak-anaknya.

“Saya terpaksa kembali terjun ke pengedar narkoba karena untungnya besar dan masih punya jaringan sehingga dapat membantu keuangan untuk tambah-tambah,” tambah pelaku bertato api di tangan kanannya. (Mas Tete)

 401 total views

LEAVE A REPLY