Pemkot Depok Larang ASN Ikut Investasi Ilegal Pandawa

0
338
Jpeg

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti segala bentuk kegiatan investasi yang tak memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sudah seharusnya dalam menggunakan uang, para ASN lebih bijak dan waspada terhadap segala bentuk kegiatan investasi, apalagi investasi tak berijin atau ilegal,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, saat menanggapi kegiatan investasi Pandawa Group yang telah dinyatakan ilegal oleh OJK, Kamis (17/11).

Kegiatan investasi Pandawa Group yang berkantor di Jalan Raya Maruyung, Limo, Depok itu memilki ribuan nasabah yang sebagian besar adalah warga Depok. Dan, dinsinyir ada ratusan nasabah dari kalangan TNI dan ASN Pemkot Depok. “Saya perintahkan bagi ASN Pemkot Depok yang sudah terlanjur investasi di Pandawa Group agar segera menarik dananya. Saya melarang para ASN ikut segala bentuk kegiatan investasi yang ilegal, sanksi tegas akan diberikan,” tegas Pradi.

Menurut dia, ASN harus sadar, dipakainya sebagai abdi negara. Hak dan kewajiban ASN sudah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Sementara kewajiban diatur dalam UU Nomor 8, kemudian diperjelas lagi pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. “Jadi, bila ada ASN yang sibuk berbisnis lebih baik mengundurkan diri,” terang Pradi.

Dikatakan Pradi, sebelum dinyatakan ilegal oleh OJK, sudah mengingatkan para ASN agar memahami betul tentang melakukan investasi, salah satunya di Pandawa Group. “Perhitungannya saja sudah nggak rasional, hendaknya para ASN itu harus rasional,” ucapnnya.

Asisten Tata Praja (Astapraja) Kota Depok, Sri Utomo menegaskan, pihaknya telah memberikan pengarahan kepada para ASN yang belum mengikuti agar tidak mengikuti segala macam bentuk kegiatan investasi ilegal dan memberikan pembinaan kepada para ASN yang sudah mengikuti agar segera berhenti mengikuti segala macam bentuk kegiatan investasi ilegal. “Memang cukup banyak ASN Pemkot Depok yang sudah ikut segala macam bentuk kegiatan investasi ilegal, salah satunya ikut kegiatan investasi Pandawa Group,” ungkap Sri.

Menurut Sri, para ASN seharusnya berpikir rasional karena menjadi contoh masyarakat. “Pemerintah sudah melarang dan sudah ada fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok soal kegiatan investasi Pandawa Group, harusnya para ASN yang sudah ikutan segera keluar sebelum sanksi diberikan,” pungkasnya.

 628 total views

LEAVE A REPLY