TANGKAP!!!

0
247

www.depoktren.com–Aparat kepolisian Polresta Depok akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengusut tuntas kegiatan pengumpulan dana atau investasi Pandawa Group yang sudah dinyatakan ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Satgas tersebut akan bertugas mengusut lebih jauh mengenai adanya unsur pidana dalam praktik investasi yang diiming-imingi keuntungan 10 persen setiap bulannya oleh Pandawa Group yang berkantor di Jalan Raya Maruyung, Limo, Depok.

“Tim Satgas, nantinya akan berkoordinasi langsung dengan OJK,” kata Wakapolresta Depok, AKBP Chandra Kumara, Kamis (17/11/2016).

Menurut Chandra, pengusutan dan penyidikan akan merujuk pada temuan OJK. “Kalau dari temuan OJK ada pelanggaran UU Perbankan, maka kami akan masuk penyelidikan dari pelanggaran tersebut dan koordinasi dilakukan juga dengan tenaga ahli serta institusi terkait lainnya untuk lebih memastikan telah terjadinya tindak pidana,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan mencari informasi keberadaan perijinan Pandawa Group dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Kementerian Koperasi dan UKM. “Kami juga akan minta pandangan ahli pidana perbankan guna mencari bukti telah terjadi pelanggaran tindak pidana perbankan dari kegiatan investasi yang dilakukan Pandawa Group,” papar Chandra.

Namun, Chandra juga berharap kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh kegiatan investasi Pandawa Group untuk melapor. “Jika ada masyarakat yang menjadi korban sebaiknya melapor. Jika ada laporan itu lebih bagus lagi untuk memperkuat bukti penyelidikan,” tegasnya.

Menurut Chadra, hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang telah menjadi korban kerugian dari kegiatan investasi Pandawa Group. “Kami menghimbau masyarakat untuk berpikir rasional dalam menginvestasikan dananya,” imbuhnya.

Kepala Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing juga meminta kepada masyarakat yang menjadi korban kerugian dari praktik investasi bodong Pandawa Group agar segera melapor ke pihak kepolisian. “Jika masih dijalankan praktik investasi bodong oleh Pandawa Group, maka kami akan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan terjadi tindak pidana pelanggaran UU perbankan yang telah dilakukan Pandawa Group,” tegas Tongam. (Mas Tete)

 391 total views

LEAVE A REPLY