Cegah Perceraian, Warga Depok Diimbau Filter Penggunaan Medsos 

0
380

www.depoktren.com–Penggunaan media sosial (medsos) yang kerap disalahgunakan ikut memperuncing permasalahan rumah tangga yang berujung pada perceraian. Hal itu membuat prihatin Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna. “Untuk itu saya meminta warga Depok lebih arif dalam memfilter setiap informasi yang beredar di medsos,” ujar Pradi sesuai upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementrian Agama (Kemenag) di Lapangan Balaikota Depok, Selasa (3/1/2017).

Menurut Pradi, pada era digital saat ini, fenomena media sosial menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya perceraian. Untuk itu ada baiknya harus ada filter dari diri sendiri untuk kebaikan. “Apalagi saat ini sudah pada era digital yang apa-apa serba canggih,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, tayangan infotaiment dan sinetron juga turut berpengaruh terhadap tingginya angka perceraian. “Untuk itu saya berpesan agar setiap masyarakat yang telah menjalani biduk rumah tangga hendaknya mampu mengambil hal positif dari tayangan televisi dan membuang hal yang buruk. Jadi filternya itu ya ada di diri kita sendiri,” jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Depok Chalik Mawardi mengakui, adanya peningkatan angka perceraian dari tahun ke tahun. Selain faktor teknologi, menurutnya faktor ekonomi dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjadi pemicunya.

“Menurut data yang kita himpun dari Pengadilan Agama, tahun 2016 kemarin ada sekitar 3.700 warga Depok yang mengajukan perceraian. Padahal tahun 2015 masih 2.900, data ini meningkat tajam dan menyita perhatian. Untuk itu, kami akan lakukan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya perceraian,” tuturnya.

Chalik, mengutarakan, salah satu hal yang akan dilakukan Kemenag adalah memberikan pembinaan terhadap calon-calon pengantin. Pembinaan ini penting untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Juga mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Peserta, akan dibekali pengetahuan mengenai fiqih atau hukum pernikahan, konsekuensi membangun rumah tangga dan lainnya. Selain itu, kata Chalik, masing-masing pasangan calon pengantin juga diberikan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. “Pembinaan ini juga sebagai bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga,” tandas Chalik. (Aris/Aan)

 482 total views

LEAVE A REPLY