Karang Taruna dan FKH Bersihkan Situ Lio

0
521

www.depoktren.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saat ini memprioritaskan pembenahan Situ untuk kawasan wisata (4 Situ yaitu: Pengasinan, Cilodong, RRI & Bojongsari). Untuk itu, Karang Taruna Kampung Lio merasa leluasa untuk membenahi kampung secara swadaya. Bersama dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) Depok dan warga, Karang Taruna Karang Taruna RW. 013, Kampung Lio, Kel. Depok menggagas kegiatan kerja bhakti membersihkan Situ Lio atau Situ Rawa Besar.

Ketua Karang Taruna Unit 013 Kampung Lio Yusuf Supriyadi menyatakan bahwa justru dengan tidak diprioritaskannya Situ Rawa Besar menjadi daerah wisata, menjadi motivasi untuk bangkit dan mandiri. Apalagi, lanjutnya, gotong royong sebagai entitas bangsa sudah mulai redup dan selama ini Kampung Lio sebagai daerah terdepan atau etalase kota Depok justru ditinggalkan. Dalam aksi bersih tersebut juga menggunakan perahu karet untuk mengangkut sampah di Situ. “Kita prihatin dengan kondisi lingkungan.

Kegelisahan kita bertambah apalagi adanya isu, Situ Lio bukan prioritas pembenahan situ untuk kawasan wisata. Harapannya bisa mendapat perhatian juga dan kedepannya kawasan Situ Lio lebih baik,” paparnya.

Hal tersebut dibenarkan Ketua PAC Gemapsi Pancoranmas Didit menyatakan bahwa warga Kampung Lio berkeinginan agar pariwisata bukan hanya sekedar Setu Rawa Besar.

Tapi, warga Kampung Lio menginginkan secara keseluruhan melalui penataan kawasan. Jadi, lanjutny, kampung wisata target ke depannya yang terintegrasi dengan Kawasan Kota Lama Depok.

Pasalnya, wilayah Depok Lama juga masuk jadi satu wilayah di Kelurahan Depok dengan Kampung Lio. Menurut catatan sejarah, kawasan Depok Lama dan Kampung Lio menyatu.

“Di zaman Belanda, nama Kampung Lio berasal dari area pembakaran hasil produksi tanah liat (bata & genteng) di lokasi Setu Rawa Besar yang sekarang. Dari nilai sejarah saja, sudah jelas. Sehingga, sangat layak untuk dikembangkan kawasan wisata,” harapnya. (Aan)

 631 total views

LEAVE A REPLY