Layar Tancap Belum Terancam

0
4942

www.depoktren.com–Nonton film barangkali menjadi salah satu agenda yang asyik bersama keluarga atau orang terkasih di akhir pekan. Kini menonton film bisa di mana saja, di bioskop, di kafe yang menyediakan bioskop mini, di rumah dengan DVD Bluray, atau streaming di internet. Berbeda dengan dulu, yang hanya bisa menikmati sensasi nonton film di layar tancap satu kampung.

Di tengah arus zaman yang semakin modern dan menonton film semakin mudah, nyatanya layar tancap belum terancam. Buktinya, masih jasa penyewaan layar tancap di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Di kawasan Depok penyedia jasa sewa layar tancap masih ada sekitar enam puluhan unit.

Salah satunya adalah Mawar Film yang berlokasi di kawasan Cilangkap, Tapos, Depok. Dilansir dari laman online detik pada Minggu (5/2), Janim, pemilik Mawar Film tersebut telah terjun ke dunia pelayar-tancap-an sejak 1973.

Berbeda dengan dulu, ia mengisahkan, kini peminat layar tancap menurun sebab adanya bioskop-bioskop modern yang menghias gedung mall atau kafe-kafe. Namun, terlepas dari adanya bioskop, DVD, hingga streaming film, layar tancap masih memiliki peminat.

Untuk menikmati film-film jadul lewat layar tancap ini, penyewa harus merogoh kocek sebesar Rp.700.000 s/d Rp.1juta. Biaya itu sudah termasuk layar film, sound system, dua unit proyektor 35 mm, DVD Player, serta alat pendukung lainnya. Harga akan berbeda apabila filmnya berdurasi panjang pasalnya proses pergantian rol film terbilang rumit karena dilakukan setiap 15 menit sekali.

Menelisik dari sejarah, rupanya sejarah pelayar-tancapan di Depok punya cerita sendiri. Dulu, di sekitar wilayah Cimanggis dan Sukmajaya pernah ada layar tancap yang cukup tenar yakni, Dudung, Tong Jin, dan Mabak. Lalu di Jalan Siliwangi Depok Lama, ada Elhandra. Sekitar tahun ’80 -’90, tempat tempat pemutaran layar tancap mulai tergusur termasuk Elhandra Theater yang kini beralih fungsi sebagai rumah ibadah Gereja.

Tetapi masa lalu memang selalu menarik hati dan membuat kangen. Di antara banyak orang yang berbondong-bondong menonton film di bioskop, masih ada yang menggelar layar tancap di halaman rumah, atau di pertengahan kampung, menonton film beramai-ramai, bersama kerabat atau tetangga seperkampungan. Dan, adanya bioskop di mall, bioskop di kafe, DVD Player, atau streaming film di internet, keberadaan layar tancap belum terancam. (Siska)

 5,272 total views

LEAVE A REPLY