Musorkot KONI Depok Buntu, Amri dan Agustinus Tidak Kecewa

0
321

www.depoktren.com – Perang antar pengcab membuat Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Depok menemui jalan buntu. Dua calon Ketua KONI Depok periode 2017-2021, Amri Yusra dan Agustinus Susanto harus menerima keputusan tersebut.

Musorkot di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Sabtu (11/2) memakan waktu cukup panjang. Dari pukul 08.00 pagi yang dibuka oleh Walikota Depok Mohammad Idris itu tidak menemukan ketua umum yang baru. “Perang” argumentasi antarpengcab yang menguras tenaga dan pikiran itu akhirnya harus dibawa ke KONI Jawa Barat.

Suka atau tidak, para pengcab kedua pendukung pun harus menerima keputusan yang diluar dugaan tersebut. Padahal sejatinya, saat verifikasi calon ketua, Agustus sudah unggul dengan mengantongi 17 suara, sedangkan Amri mendapat 15 suara dari 32 pengcab yang mempunyai hak pilih.

Tapi, hujan interupsi terjadi jelang pemilihan. Amri dihadapkan oleh pasal 19 ADRT ayat 3 yang menyatakan bahwa: “Jabatan ketua umum komite olahraga/kota hanya dapat dijabat oleh orang yang sama paling banyak dua masa bakti.”

Silang pendapat pun terjadi. Kedua pihak dari pengcab pendukung “berperang” argumentasi. Pihak Agustustinus mengkhawatirkan jika Amri memaksakan kehendak untuk maju, maka Musorkot akan dinyatakan cacat hukum. Sebaliknya, pengcab pendukung Amri menyebut masa jabatan kepengurusan Amri pada 2010-2012 hanya melanjutkan pengurus sebelumnya dan berjalan selama dua tahun, bukan empat tahun.

Ali Rahman, perwakilan dari KONI Jawa Barat, periode 2010-2014 wakil ketua bidang hukum KONI Jabar akhirnya mengambil jalan tengah. Ia meminta kepada pimpinan sidang Nina Suzana untuk bertemu enam mata dengan Amri dan Agustinus. Sidang pun diskorsing untuk mencari titik temu.

Alhasil disepekati terjadi vooting untuk menentukan layak tidaknya Amri untuk maju. Peserta vooting terdiri dari 34 berhak dan dua suara dari KONI Jabar. Jika dalam vooting tersebut suara untuk Amri maju lebih banyak, maka akan dilanjutkan dengan pemilihan melawan Agustinus. Tapi, sebaliknya jika suara Amri untuk mencalonkan diri sedikit, Agustinus akan dinyatakan terpilih secara aklamasi.

Namun, kesepkatan itu akhirnya mentah lagi. Salah seorang pengcab menyatakan keberatan jika perwakilan Jawa Barat ikut vooting. Mereka hanya menginzinkan perwakilan Jawab Barat pada saaat pemilihan sesuai ADRT. Namun pihak KONI Jabar keberatan karena menurutnya telah terjadi kesepakatan dalam enam mata.

Perdebatan inilah yang membuat deadlock. Pimpinanan sidang Nina Suzana setelah berembuk dengan pihak KONI Jabar dan kedua calon, akhirnya memutuskan Musorkot deadlock dan akan dibawa ke KONI Jabar dalam menentukan keputusan.

“Kami tidak kecewa, kami sama-sama lelah dan tak mungkin sidang yang dari pukul 08.00 pagi dilanjutkan hingga larut malam. Tujuan kami sama-sama ingin membangun olahraga di Depok,” kata Agustinus yang diamini oleh Amri.

Pihak Jawab Barat berjanji akan menggodok masalah ini secepatnya, sehingga dalam waktu dekat sudah ada keputusan. “Apapun keputusannya nanti saya berharap kedua calon maupun pengcab pendukungnya saling menghormati. Saya garansi keputusan ini tidak ada intervensi dari pihak manapun,” tandas Ali Rahman.*Suryansyah

 455 total views

LEAVE A REPLY