SMAN 13 Depok Luncurkan Life Skill Tata Boga dan Elektro

0
1298

www.depoktren.com–SMAN 13 Depok meluncurkan ekstrakurikuler bertajuk “Life Skill Tata Boga dan Elektro” di salah satu ruang sekolah, Selasa (14/2).

Humas Eko Suprajitno, yang membuka acara launching tersebut mengatakan 2 ekskul ini diberikan untuk bekal siswa ketika masuk ke dunia kerja. “Dari 2 ekskul ini, kita mengembangkan bakat siswa dengan ilmu tata boga atau keahlian memasak dan elektro. Nah dengan kegiatan ini nanti akan ada sertifikatnya,” ujarnya.

Eko menilai kegiatan ini bisa berguna bagi siswa kelak. “Bila SMK ada kejuruan atau keahlian yang diajarkan, SMA pun juga harus begitu,” terangnya.

Riska Suci selaku guru Bimbingan Konseling dan pembina ekskul tata boga di SMAN 13 Depok mengatakan sekarang ini kan bukan hanya soft skill yang dibutuhkan tetapi juga hard skill. “Ya saya berharap adanya kegiatan dan ilmu baru ini buat anak-anak bisa berguna kelak di dunia kerja,” jelas Riska.

Pembina tata boga, Erik, dalam acara launching tersebut mengajak anak-anak binaannya untuk mempraktikan langsung apa yang pernah dilatihnya yakni membuat appetizer, main course hingga dessert.

“Kami akan membuat salad sebagai appetizer dan fried chicken saus thailand sebagai main course,” jelas pria berpakaian ala chef tersebut.

Pembina yang didatangkan dari Hotel Ibis itu mengaku menggunakan rangkaian resep dari thailand karena pembuatannya mudah dan bahannya mudah dicari.

Ravena, salah satu murid kelas 10, mengaku antusias dengan adanya ekskul tata boga karena memang pada dasarnya suka masak. “Aku kan perempuan yang kelak jadi ibu jadi aku belajar masak buat keluarga kelak,” tuturnya.

Berbeda lagi dengan ekskul elektro yang dibina oleh Tri Atmaji. Ia mengatakan ekskul elektro ini mengajari siswa untuk menggunakan alat kerja seperti obeng, tang dan komponen elektronik lainnya sehingga mampu menciptakan inovasi baru di bidang elektronik dan teknologi. “Kan sekarang ini tidak ada yang lepas dari gadget dan teknologi,” katanya.

Salah seorang murid kelas 10 yang ikut ekskul elektro, Abdurrahman Saleh mengaku ikut ekskul ini untuk belajar membetulkan barang-barang elektronik di rumahnya. “Ilmu elektro ini berguna buat kalau ada barang-barang elektronik yang rusak,” ucapnya.

Senada dengan Alffia Fita. Murid perempuan satu ini mengaku, selain agar bisa memperbaiki barang-barang, ia juga menyukai hal-hal yang berbau tantangan. “Aku suka tantangan sih, jadinya tertarik masuk ekskul elektro,” pungkas Alffia . (rus/Siska)

 1,546 total views

LEAVE A REPLY