Dinas PUPR Siapkan Dana Rp 1 Miliar Untuk Normalisasi Kali Pelayangan

0
324
Manto Jorghi (dua dari kanan) dan Pradi Supriatna, Wakil Walikota Depok (dua dari kiri)

www.depoktren.com – Kota Depok dilanda musibah banjir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tak tinggal diam. Kepala Dinas PUPR, Manto Jorghi mengerahkan 250 personel Satgas Banjir yang menyebar di enam titik. Dia menyebut timnya sudah turun langsung ke lapangan dan membantu mengatasi daerah-daerah yang terkena musibah. Bahkan PUPR Depok juga mengerakan truk, beko serta peralatan ringan untuk mengatasi banjir dan tanah longsor yang terjadi.

“Setiap hari petugas kami turun ke lapangan, bukan pada saat banjir saja. Mereka membersihkan sampah yang berada di selokan maupun kali. Jika tidak kami lakukan itu, Anda bisa bayangkan banjirnya seperti apa. Begitu ada laporan dari masyarakat, kami segera menuju ke lokasi,” kata Manto pada Forum OPD Dinas PUPR kota Depok, Selasa (21/2).

Menurut Manto musibah banjir dan tanah longsor yang menghantam beberapa wilayah Kota Depok, Selasa (21/2) kemarin dikarenakan tingginya curah hujan. Dia juga mengimbau masyarakat setempat untuk berperan aktif menjaga lingkungannya. Akibatnya beberapa daerah yang memang rawan banjir seperti perumahan Taman Duta dan Bukit Cengkeh, Grogol, Limo, Cinere, Cilodong, Kampung Serab, perumahan Sawangan Indah, Kampung Hutan, dan Permata Depok tergenang air.

“Kami terus berjaga-jaga terhadap datangnya hujan susulan. Petugas kami bekerja bergantian 24 jam untuk mengantisipasinya,” lanjut Manto.

Sementara itu, banjir di wilayah Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, setinggi pinggang orang dewasa dikarenakan tumpahan air di jalan tidak mengalir ke kali Pelayangan. Seperti diketahui, Dinas PUPR sebelumnya telah melakukan sodetan kali Pelayangan di Jembatan Sayuti pada akhir 2016 lalu. Sodetan tersebut berupa crossing drainase yang diharapkan dapat menampung air dari jalan hingga ke kali Pelayangan. Pun perbaikan jalan di sepanjang Kampung Utan.  Tapi, posisi sodetan ternyata lebih tinggi dari jalan, sehingga membuat air tak bisa bergerak.

“Awalnya itu kami ingin meninggikan jalan sekitar 60 cm. Tapi, beberapa warga dari wilayah Bogor keberatan, karena khawatir rumah mereka akan tenggelam jika terjadi hujan lebat. Akhirnya disepakati jalan tersebut hanya setinggi 20 cm,” jelas Manto.

Tapi, menurutnya selama pemerintah Kota Bogor tidak ikut membantu, persoalan tersebut tak akan selesai. Tahun 2017 ini kata Manto, pihak PUPR Depok memiliki anggaran Rp 1 miliar untuk normalisasi Kali Pelayangan dari hilir atau yang melintas dari jalan raya Citayam. Pun pengecoran jalan yang berada di sekitar aliran air di Sektor Nilam perumahan Permata Depok.

“Kalau kami tidak melakukan crossing pada 2016, pasti air yang meluap di jalan perbatasan Kampung Hutan atau Sektor Nilam akan lebih banyak lagi. Apa yang kami lakukan sudah ada manfaatnya, meski belum masimal. Kami berharap Pemkot Bogor juga berbuat demi warganya,” imbuh Manto.*suryansyah

 427 total views

LEAVE A REPLY