MANAGER KOPERASI SIMPAN PINJAM KOTA DEPOK MENGIKUTI DIKLAT SERTIFIKASI NASIONAL

0
820

www.depoktren.com–Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan reformasi di bidang koperasi melalui tiga tahapan program aksi, yaitu: rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi dan pengembangan koperasi. Reformasi akan berjalan dengan lancar apabila sumber daya manusianya memiliki kapasitas yang cukup untuk menjalankan program-program yang dicanangkan tersebut.

Kualitas sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan pembangunan Gerakan Reformasi Koperasi, khususnya koperasi kredit atau simpan pinjam di Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama insan Koperasi  tercermin pada kompetensi kerja dan profesionalisme tenaga kerjanya.  Sesuai dengan pencapaian sasaran tersebut maka para SDM pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Manajer Pengelola perlu dilakukan pembekalan yang fokusnya kepada peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berbasis pada kompetensi. Hal ini sejalan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP.133/MEN/III/2007 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Keuangan Sub Sektor Perantara Keuangan Bidang Koperasi Jasa Keuangan, dan Peraturan Menteri Negara Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah No. 16/Per/M.KUKM/IX/2015 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan pembiayaan Syariah oleh Koperasi.

Untuk menghasilkan SDM Koperasi yang handal tersebut, maka Pemkot Depok dalam hal ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi bagi ketua koperasi simpan pinjam (KSP) selama sepekan, dengan tujuan:

a)    Meningkatkan kualitas manager melalui transformasi pengetahuan dan keterampilan yang didukung sikap kerja yang professional.

b)    Meningkatkan kinerja manager dalam mengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) berdasarkan standar kompetensi kerja nasional.

c)    Menghantarkan peserta Diklat mengikuti uji kompetensi untuk menjadi pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bersertifikat kompeten.

MATERI PELATIHAN

Adapun materi pelatihan yang diberikan mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Koperasi Simpan Pinjam (SKKNI – KSP) yang terdiri dari 11 Modul, seperti: Prinsip-Prinsip Pengelolaan Organisasi dan Manajemen Koperasi Simpan Pinjam, Perencanaan Strategis,Pengendalian Internal,Kontrak Pinjaman/Pembiayaan dan Pengikatan Agunan,Tingkat Kesehatan, Analisa Program Kerja Anggaran Pendapatan dan Biaya dan lain-lain.

MANFAAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

a.     Peserta dapat meningkatkan kualitas kinerja melalui penerapan standar kompetensi nasional sebagai implementasi dari sikap kerja, skill dan knowledge di tempat kerja.

b.     Peserta dibimbing tata cara pengisian formulir PKT (Pengakuan Kompetensi Terkini) sebagai prasyarat mengikuti uji kompetensi.

c.     Peserta langsung terdaftar menjadi peserta uji kompetensi pada LSP–KJK (Lembaga Sertifikasi Profesi – Koperasi Jasa Keuangan) Jakarta.

Setelah mengikuti Diklat dan Uji Kompetensi, maka diharapkan adanya pengakuan sebagai manager kompeten yang diakui oleh publik dan sebagai referensi jenjang karir yang bersangkutan di organisasi koperasi simpan pinjam.

Pendidikan dan Pelatihan serta Uji Lompetensi tersebut dilaksanakan pada pekan ke-empat bulan Pebruari 2017 di Cianjur Jawa Barat.

(Advertorial)

 982 total views

LEAVE A REPLY