Hidupkan Kebiasaan Mendongeng, Pemkot Depok Bakal Adakan Lomba Bagi 50 Guru

0
603

www.depoktren.com–Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan tingkatkan minat baca anak dengan mengadakan lomba dongeng bagi 50 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK dan guru Sekolah Dasar (SD) yang didanai oleh APBD. Agenda tersebut tertuang dalam Rencana Aksi Daerah Kota Depok lima tahun mendatang, 2017-2021.

Istri Wali Kota Depok yang sekaligus Tim Penggerak PKK Depok, Elly Farida mengatakan betapa pentingnya dongeng bagi proses pembelajaran anak. “Dongeng dapat menjadi media penyampaian edukasi untuk anak, karena ini bagus dan sangat mendidik,” ujar dia, beberapa waktu lalu.

Selain sebagai sarana edukasi bagi anak, tutur Elly, dongeng juga memiliki pesan dan manfaat penting. “Ini tanggung jawab guru PAUD dalam memberi pengajaran kepada anak-anak,” tegas istri Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Dongeng memang dinilai ampuh untuk mengajari anak-anak agar suka membaca buku dan penting ditanami kebiasaan itu sejak dini. Menurut Gautam Bikash Mech dalam artikel berjudul Pentingnya Dongeng dalam Pendidikan di Masa Awal Sekolah, dongeng dalam pendidikan sekolah bisa menjadi pendidikan moral yang efektif sebab memiliki pesan yang kuat dan dengan penjelasan yang jelas dan sederhana.

“Dongeng adalah tentang nilai-nilai kemanusiaan. Manfaat baik lainnya adalah, dongeng mampu menciptakan pemikiran yang sederhana dan logis. Pendidikan ini akan membuat siswa sadar lingkungan, dan ini sangat penting di era sekarang,” tulis penemu Cultural Human yang bermukim di New Delhi, India.

Bukan hanya mengadakan lomba mendongeng bagi para guru TK dan SD, Pemkot Depok juga akan membangun 93 titik pojok baca, perpustakaan, taman cerdas, dan internet sehat di tahun 2017 ini. Seperti yang dikatakan Asisten Administrasi  dan Pemerintah Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Widyati Riyandani, kecerdasan harus dimulai dengan kegemaran dalam membaca dan menjadikan budaya baca itu sebagai kebutuhan. (Siska)

 746 total views

LEAVE A REPLY