Kota Depok Sebaiknya Harus Sudah Punya Public Safety Center

0
443

www.depoktren.com–Kepala National Command Center (NCC) 119 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Dr. Budi Sylvana mengusulkan Kota Depok agar segera mendirikan Public Safety Center (PSC) demi mempercepat respon gawat darurat.

Usulan tersebut dikatakan saat acara Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kota Depok 2018 di Hotel Bumi Wiyata Depok.

“Depok harus buat PSC. Sebab tidak ada unit yang spesifik menangani masalah gawat darurat seperti misalnya kecelakaan lalu lintas,” tutur Budi.

Ia menyebutkan data kasus kematian di jalan dan di tempat lain sekitar 6 persen. “Kasus meninggal di rumah itu 64%, di Rumah Sakit 30%, dan sisanya di jalan atau di tempat lain. Adanya PSC memungkinkan kita menghindari kasus meninggal terlantar. Maka itu, kalau bisa tahun 2017 Depok sudah ada PSC, tidak usah tunggu 2018.”

Kota Makassar, sebut Budi, adalah kota yang layak dijadikan contoh dalam hal kecepatan menangani korban gawat darurat. Bahkan, kota yang berada di Pulau Sulawesi tersebut digadang-gadang memiliki respond time yang lebih cepat dibanding Amerika. “Respond time di Amerika itu sembilan menit. Sedangkan respond time di Makassar itu cuma tiga menit!”
Untuk mewujudkan penanganan gawat darurat yang cepat, Budi Sylvana mengimbau agar setiap Rumah Sakit dan seluruh elemen kesehatan diwajibkan masuk ke dalam jejaring PSC.

“Bukan cuma elemen kesehatan, PSC juga harus ada kolaborasi dari masyarakat. Dan untuk kecepatan akses, transportasi PSC bisa menggunakan roda dua (untuk melalui kemacetan). Tangsel (Tangerang Selatan) sudah mulai ini.”

Saat awal dibentuk pada 2016, PSC tersebar di 27 titik dari 539 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. PSC merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Layanan ini bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat penanganan dan pertolongan darurat pada masyarakat. (Siska)

 514 total views

LEAVE A REPLY