Menunggak Bayaran dan Iuran, Ratusan Siswa SMA dan SMK Terancam Tak Ikut Ujian

0
1018

www.depoktren.com–Ratusan siswa SMA dan SMK terancam tak dapat ikut Ujian Tengah Semester (UTS) yang akan dimulai Jumat (10/3/2017). Pasalnya para siswa tersebut masih menunggak bayaran dan iuaran.

Pemantauan depoktren, puluhan siswa SMA Negeri 5 Depok dan SMK Citra Negara kemungkinan tak diperbolehkan ikut UTS karena persoalan tersebut. Seorang siswa SMAN 5 sebut saja namanya Ismail mengungkapkan kebanyakan para siswa keberatan dengan kebijakan yang dikeluarkan sekolah dan komite sekolah.

Siswa diminta membayar uang iuran maupun sumbangan sekolah, yang dipungut setiap bulan dengan besaran yang berbeda. “Iuran sekolah nominalnya berbeda, ada yang Rp100 ribu hingga Rp200 ribu,” ujar Ismail., Rabu (8/3/2017).

Siawa Kelas XI ini menjelaskan, apabila siswa belum membayar iuran sumbangan sekolah tidak akan diberikan kartu ujian. Namun, masih dapat mengikuti ujian sekolah menggunakan kartu ujian sementara sampai dia membayar uang iuran sumbangan sekolah.

Tidak hanya itu, pada tahun ajaran 2016 siswa yang belum membayar iuran sumbangan sekolah akan dikenakan denda sebesar Rp5.000 perhari.

Ismail menyayangkan, iuran sumbangan sekolah seperti bersifat wajib. Padahal, di sekolahnya ada siswa tidak mampu sebanyak 20 persen, sehingga akan memberatkan siswa kurang mampu.

Wakil Kepala SMAN 5 Depok, Tri Andoyo mengungkapkan, tidak membenarkan, iuran sumbangan sekolah bersifat wajib. Bahkan, pihaknya tidak pernah mematok besaran sumbangan kepada orangtua siswa karena iuran sumbangan sekolah bersifat tidak wajib atau sukarela.
“Kami tidak pernah mematok besar iuran sumbangan sekolah, karena sifatnya sukarela, tidak membayar iuranpun tidak apa-apa,” terang Tri.

Sekolah meminta sumbangan karena masih membutuhkan biaya tambahan. Apalagi, bantuan dari pemerintah tidak cukup. “Pemerintah hanya memberikan Rp 165 ribu per siswa per bulan,” jelas Tri.

Sekolah meminta biaya tersebut karena banyak program non akademik yang diadakan di sekolah. Total, kata dia, ada 25 ekstra kurikuler di SMAN 5. “Akhirnya kami meminta bantuan sumbangan ke orang tua,” tegasnya.

Selain itu, sambung Tri uang denda sebesar Rp5.000 kepada siswa sudah tidak digunakan pada tahun ajaran saat ini. Bahkan, besaran sumbangan iuran sekolah dan denda telah disepakati siswa dan orangtua siswa melalui komite sekolah. Nantinya, uang iuran sumbangan sekolah dan denda, akan digunakan untuk pembangunan dan biaya operasional sekolah.

“Uang iuran sumbangan sekolah digunakan untuk kepentingan bersama seperti pembangunan dan operasional sekolah. Sedangkan denda sebesar Rp5.000 sudah tidak ada lagi,” tutur Tri.

Siswa SMK Citra Negara, Budi mengaku, dipulangkan dan tidak diijinkan mengikuti UTS hari pertama, akibat masih menunggak bayaran sekolah. “Saya kurang SPP satu bulan. Jadi harus lunas baru bisa ujian. Misalnya, UTS Maret, jadi minimal Februari udah bayar,” ungkapnya.

Kendati sudah membayar beberapa, seperti Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) 1 bulan, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan uang UTS, namun tetap saja ia belum diperbolehkan mengikuti UTS.

“Tadi udah bayar LKS, SPP 1 bulan sama uang UTS tapi ternyata masih gak boleh ikut ujian karena masih ada 1 bulan lagi yg belum lunas. Saya gak datengin orang tua, saya kira udah bayar segitu saya bisa ujian,” tuturnya.

Siswa tersebut sudah bisa mengikuti UTS hari kedua dengan membawa kartu ujian sementara yang telah diberikan. “Tapi besok udah bisa ujian sih pakai kartu sementara,” ujarnya.

Kepala SMK Citra Negara, Budiyono mengatakan, siapapun yang menunggak bayaran sekolah dan masih bermasalah dengan keuangan bisa langsung bertemu dengannya. Dia tak menjamin jika bertemu dengan orang lain.

“Siswa yang keuangannya kurang dan masih menunggak makanya ketemu saya, jangan yang lain. Semua yang bertemu langsung dengan saya gak ada masalah. Semua bisa ujian bahkan yang yatim piatu dan miskin saya bebaskan ujian kalau orang tuanya datang dan bicara sama saya,” pintanya.

Budiyono menegaskan, untuk masalah keuangan dan ujian bisa langsung meminta ijin kepadanya. Jangan yang lain. “Saya berharap jangan sampai siswa itu tidak ujian karna telat bayaran. Yang ujian aja gak masalah, apalagi yang hanya UTS dengan catatan orang tuanya ketemu saya,” pungkasnya. (Nanda)

 1,203 total views

LEAVE A REPLY