Ramai Tren Skip Challenge, Ini Pesan Disdik Kota Depok

0
422

www.depoktren.com–Perbincangan dunia maya heboh karena beredarnya video remaja Indonesia melakukan adegan skip challenge. Permainan yang menjadi tren anak sekolah tersebut dinilai memiliki dampak yang buruk bahkan membahayakan bagi para pemainnya.

Skip challenge merupakan tantangan yang mengharuskan pemainnya dipojokkan ke tembok lalu ditekan dadanya sekeras mungkin selama beberapa waktu. Tekanan tersebut membuat suplai oksigen ke otak berkurang dan kondisi itu memicu hilangnya kesadaran, pingsan, hingga kematian.

Tren skip challenge yang baru viral belakangan ini di Indonesia, rupanya telah booming lebih dulu di Inggris sekitar tahun 2005 lalu dengan nama pass out challenge atau choking game. Metode permainannya sama, bahayanya pun sama.

Sekitar Maret 2016 lalu, seorang bocah asal negara bagian Amerika Serikat, Da’Vorious (Chi Chi) Gray (11) ditemukan tewas usai melakukan permainan skip challenge. Bahkan, berdasarkan data dari Lembaga Amal Amerika Serikat, di tahun 2016 lalu, ada sekitar 250-1000 anak usia 9-16 tahun tewas akibat permainan ini. Bukan hanya kematian yang mengintai para pemain skip challenge, kerusakan otak permanen pun juga bakal menjadi dampak buruk lainnya.

Menanggapi tren permainan mematikan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Siti Chaerijah berpesan pada seluruh siswa di Depok agar tidak melakukan adegan yang bisa mengancam keselamatan tersebut. “Pihak sekolah sudah kami ingatkan, baik kepala sekolah maupun pengawasnya agar menghindari perilaku ini, karena dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan anak,” ucapnya, melansir depok.go.id, Senin (13/3/2017).

Ia mengatakan, sampai saat ini tidak ada kasus yang ditemui terkait permainan skip challenge ini di Depok. Siti juga mewanti-wanti agar para siswa tidak sembarang ikut-ikutan tren di sosial media tanpa melihat dampak buruknya bagi kesehatan dan keselamatan jiwanya. (Siska)

 532 total views

LEAVE A REPLY