Pemkot Depok Canangkan Depok Bebas Sampah 2020

0
455

www.depoktren.com–Unit Pengolahan Sampah (UPS) jadi roda terdepan upaya pencanangan Depok Bebas Sampah 2020. Hal itu diungkapkan Wali Kota Depok Mohammad Idris, Selasa (14/3/2017). “Pengadaan UPS itu sebagai roda terdepan sebagi upaya pencanangan Depok Bebas Sampah 2020. Ini juga merupakan salah satu bukti komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah,” ujar Idris.

Menurut Idris, komitmen menjadikan Kota Depok sebagai Kota Bebas Sampah, sudah di wancanakan sejak tahun 2013. “Tentunya kami akan terus menggalakkan Kota Depok sebagai Kota Bebas Sampah. Kami bertekad tahun 2020 Kota Depok harus bebas sampah,” tegasnya.

Diungkapkan Idris, sampai saat ini di seluruh wilayah Depok ada 30 UPS yang siap menampung dan mengolah sampah yang sudah dipilah oleh warga. “UPS tersebut tersebar di setiap wilayah di Kota Depok. Sampah warga dipilah dan diolah di UPS menjadi pupuk, kemudian sampah yang tak bisa diolah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Cipayung Depok,” ungkapnya.

Idris menyebut saat ini angka produksi sampah di Kota Depok mencapai 1.200 ton per hari dan masuk ke TPA Cipayung, Depok sebesar 700 ton per hari. “Kapasitas daya tampung dari TPA, pengangkut, dan Sumber Daya Manusia (SDM) hanya mampu mengkaver 700 ton sampah per hari, jadi kami harapkan sisa sampah selebihnya diselesaikan di UPS. Nah, dengan adanya UPS ini diharapkan akan mengurangi pembuangan sampah ke TPA. Keberadaan UPS dapat dioptimalan UPS dan TPA untuk masalah mengatasi sampah di Kota Depok,” tuturnya.

Idris menjelaskan, pihak akan memaksimalkan sarana prasarana kebersihan dan menjadi prioritas yang dilakukan. “Saat ini ada 90 unit mobil kebersihan, ideal yang harus dimiliki adalah sekitar 200 unit mobil kebersihan,” terangnya.

Diutarakan Idris, selain itu untuk mengatasi permasalahan sampah, pihaknya juga telah memberdayakan warga mendirikan bank sampah. ” Kami mengapresiasi warga membentuk bank sampah. Saat ini ada 438 bank sampah di Kota Depok,” ucap Idris.

Selain itu lanjut Idris, pihaknya juga 
telah menjajaki kerjasama dengan Kota Osaki Jepang terkait daur ulang sampah yang akan mengubah sampah menjadi barang terpakai dengan sistem dan teknologi modern dari Osaki Jepang. “Pengelolaan sampah di Kota Depok yang masih manual, ke depan akan diperbarui. Modernisasi alat menjadi lebih canggih, 
nantinya sampah non-organik berbahan plastik akan dicacah di sebuah pabrik dan akan menjadi pastik lagi. Begitu pun dengan sampah-sampah lainnya,” papar Idris.

Program pengelolaan sampah tersebut lanjut Idris, akan mengurangi volume sampah yang masuk sebanyak 10-50 ton setiap harinya. “Tapi kan ini masih jauh dengan produksi sampah yang dihasilkan Kota Depok. Ini bukan program segala-galanya, tapi hanya untuk mengakomodir bank-bank sampah yang ada agar mereka bisa menggeliat dengan baik, tidak mati suri dan semangat melanjutkan penyelenggaraan bank sampah. Untuk itu recycle center perlu dibangun di Kota Depok,” harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati menegaskan, pemasalahan sampah di Kota Depok sudah menjadi hal yang kompleks dan perlu penanganan yang serius dan keterlibatan warga dalam mendirikan bank sampah harus didukung.

“Bank sampah dapat berperan aktif dalam melakukan pemilahan dan pengurangan sampah, sehingga sampah masyarakat yang di kirim TPA Cipayung Depok walaupun tidak terlalu signifikan namun sangat membantu dalam pengurangan jumlah sampah,” tutur Etty.

Diutarakan Etty, bank sampah di Kota Depok tidak hanya melakukan pemilahan sampah dengan menjual sampah bernilai ekonomis, namun banyak inovatif kerajinan tangan yang dihasilkan anggota bank sampah. 

“Selain melalui bank sampah, juga telah mengajak masyarakat menjalankan program pemilahan sampah sebelum membuang. Nantinya, petugas kebersihan akan mengambil sampah terpilah dan akan di jadikan pupuk dari sampah organik, sedangkan sampah yang tidak dapat dikelola akan di kirim ke TPA Cipayung, Depok. Kami tidak pernah bosan mengajak masyarakat melaksanakan program pemilahan sampah, dalam pengurangan jumlah sampah Kota Depok,” pungkas Etty. (Advetorial)

 510 total views

LEAVE A REPLY