Coba Deh Berkunjung ke Wisata Edukasi di D’Kandang Amazing Farm Depok

0
2537

www.depoktren.com–Di tengah minimnya lahan pertanian dan peternakan yang bisa dijadikan ajang pendidikan bagi anak-anak perkotaan, di Kota Depok ada sebuah wisata edukatif yang memperkenalkan dunia pertanian dan peternakan dalam satu tempat.

Nama tempat itu, D’Kandang Amazing Farm, waktu tempuhnya sekitar 30 menit dari jantung kota Depok, Margonda Raya bila menggunakan moda trasportasi roda dua. Lokasi tepatnya di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan.

Sesuai namanya, lahan seluas enam hektar tersebut diisi dengan beragam hewan ternak dan jenis tanaman dengan berbagai metode penanaman bergaya urban farming ataupun traditional farming. Untuk peternakan, D’Kandang menyediakan sapi perah, pedet (anak sapi), kerbau bule, kambing, domba, dan kuda.

“Ada banyak jenis kambing di sini (D’Kandang). Ada kambing etawa, sanen, merino, domba garut, senduro. Kalau sapi, ada sapi perah, pedet atau anak sapi, dan kerbau bule,” sebut salah satu tour guide D’Kandang, Muthia yang memperkenalkan beragam jenis hewan ternak kepada reporter depoktren.

Berbeda jenis kambing, berbeda pula khasiat yang terkandung dalam hasil ternaknya. Contohnya kambing etawa yang khasiat susunya terkenal kaya nutrisi dan baik bagi kesehatan tubuh maupun kulit.

Bukan hanya hewan mamalia saja yang diternak D’Kandang Amazing Farma, ada pula budidaya lele dengan teknik ternak bioflok yakni, cara ternak lele yang menggunakan media terpal dibentuk tabung. Keuntungan beternak lele dengan bioflok adalah penggunaan lahan yang sedikit (tidak pakai balong) dengan hasil yang maksimal.

Sedangkan untuk pertanian dan perkebunan, D’Kandang menyediakan beragam jenis sayuran dengan metode tanam yang macam-macam. “Kita ada mengenal sawah, tanaman obat, pupuk, sayuran, dan kokedama. Kokedama itu asalnya dari Jepang, jadi membentuk tanaman (jenis lumut) sesuai keinginan seperti boneka doraemon atau laba-laba besar,” lanjut Muthia sambil menunjukkan kokedama berbentuk doraemon dan laba-laba besar di areal kebun D’Kandang.

Seperti dikatakan tadi, di sini juga dikenali berbagai metode penanaman bergaya urban farming. Contohnya, hidroponik, aquaponik, hingga vertical garden. Keuntungan menanam dengan gaya urban farming tersebut adalah penggunaan lahan yang irit dan cocok diterapkan di pemukiman modern karena tidak butuh lahan luas.

Harga tiket di D’Kandang ini bervariasi tergantung paket yang ditawarkan, rogoh kocek pertama itu 18 ribu rupiah. Namun bila anda ingin mencoba paket lengkap; mulai dari pengenalan tanaman dan hewan ternak, bertanam, belajar membuat kokedama, berkuda, melihat cempek (anak kambing etawa) menyusu, hingga memerah susu sapi, anda akan dikenakan tarif yang berbeda. (Siska)

 2,734 total views

LEAVE A REPLY