Badan Keuangan Daerah Komit Cegah Pungli

0
381

www.depoktren.com-Sebagai komitmen mencegah pungutan liar (pungli) seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok akan menandatangani pakta integritas. Selain perang terhadap pungli, dalam pakta integritas juga dibuat komitmen bagi ASN untuk menolak gratifikasi, hadiah, dan sejenisnya.

“Jadi nanti kami akan siapkan sebuah pakta integritas yang harus ditandatangani seluruh ASN di BKD. Tentunya sebagai langkah preventif, jangan sampai terjadi pungli di lingkungan BKD,” ujar Kepala BKD Kota Depok, Nina Suzana, di Balaikota Depok, Rabu (22/3/2017).

Menurut Nina, dengan adanya penandatanganan pakta integritas, para pegawai dapat berkomitmen selama kedinasannya maupun bagi pemilik kewenangan untuk tidak melakukan pelanggaran seperti gratifikasi, pungli, pemberian dan penerimaan. “Intinya jajaran BKD Kota Depok harus komitmen disiplin, bersih dari pungli dan sejenisnya, serta berperilaku baik,” katanya.

Ditegaskannya, BKD berkomitmen agar seluruh pegawai tidak akan melakukan pungli pada masyarakat. Karena itu, selain dengan menandatangani pakta integritas, BKD juga rutin melakukan pembinaan mental internal pegawai.

“Kami juga ada pengendalian dan pembinaan mental internal. Kami tidak bosan dan akan terus menerus mengingatkan jangan sampai ada pegawai BKD yang tertangkap tangan sedang memungut pungli. Kalau sampai terjadi tanggung sendiri akibatnya,” tegasnya lagi.

Sekretaris BKD Kota Depok, Helmi Ahmad mengungkapkan, saat ini, komitmen antipungli juga dilakukan dengan menyediakan ruang pelayanan pembayaran pajak bagi masyarakat. Mereka yang ingin membayar pajak kini dilayani di loket terbuka, sehingga bisa langsung dipantau. Pembayaran pajaknya pun tidak dengan uang tunai, tapi langsung transfer ke Bank BJB yang perwakilannya ada di depan loket pelayanan.

“Jadi bagi masyarakat yang ingin membayar pajak, uangnya tidak disetor ke petugas penerima pajak. Namun, semua disetor ke bank. Sedangkan untuk ke loket hanya tinggal membawa dokumen-dokumen yang diperlukan saja, termasuk bukti transfer pajak yang sudah disetorkan,” jelas Helmi. (rus/advetorial)

 471 total views

LEAVE A REPLY