Polresta Depok Janji Akan Kejar Pelaku Pencurian di Perum Permata Depok

0
585

www.depoktren.com– Perumahan Permata Depok Keluruhan Pondok Jaya kembali disantroni orang tak dikenal. Pelaku yang mendongkel rumah seorang warga dan mencuri televisi terekam CCTV.

Berdasarkan rekaman CCTV keamanan setempat, pelaku mengendarai sepeda motor bebek dengan plat nomor polisi: B 6345 EWS. Satu orang (wanita) menunggu di sepeda motor di ujung jalan dan satu lagi (laki-laki) melakukan aksi kejahatan. Cara kerja mereka sepertinya sudah profesional. Dalam hitungan sekitar 35 menit pelaku berhasil menggondol satu unit televisi LED ukuran 32 inchi dan satu buah pin yang terbuat dari emas seberat 4 gram.

Pelaku masuk wilayah perumahan sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (31/3) dari arah pemukiman penduduk yang berada di ujung komplek. Seorang pelaku berbadan tambun berjalan menyisir Sektor Nilam F7 dan F8. Ia sempat mengintip beberapa rumah warga sebelum membobol rumah milik Wahyu Riskianto di F8/7 RT 005/07 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok. Saat itu pemilik rumah sedang bekerja di Jakarta.

“Saya kaget begitu pulang, pintu rumah sudah dibobol maling. Pencurinya menggondol televisi dan pin emas,” kata Wahyu.

Wahyu pun mempertanyakan pihak keamanan yang bertugas pada hari tersebut. Menurut koordinator keamanan timnya yang bertugas hanya satu orang, sehingga sulit untuk memonitor lingkungan yang berpenghuni 150 rumah itu, meski di pos keamanan terpampang 20 ruas CCTV.

Wahyu juga melapor ke Polresta Kota Depok, Sabtu (1/4). Wahyu melengkapi laporannya dengan rekaman CCTV yang dikeluarkan dari pihak perumahan Permata Depok.

“Dalam rekaman tersebut ada dua orang yang menjadi pelaku pencurian di rumahnya. Pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor, saya tak kenal orangnya,” tuturnya.

Berdasarkan bukti rekaman CCTV, dia berharap agar pelaku dapat diamankan dan pihak keamanan lebih memperketat keluar masuknya orang tidak dikenal.

Menurut Kasubbag Humas Kapolresta Depok, AKP Firdaus, laporan korban sudah diterima dan tengah ditindaklanjuti. “Nanti dicek database pelaku kejahatan yang ada di Polresta Depok. Kami akan mengejar pelaku berdasarkan keterangan saksi-saksi dan CCTV yang ada,” kata AKP Daus.

Daus berpesan masyarakat yang mengetahui ada pelaku kejahatan atau yang mencurigakan melakukan tindak pidana untuk menekan “Panic Button” sehingga anggota polisi segera langsung ke lokasi.

“Terakhir di Limo kami tangkap berdasarkan CCTV rumah korban karena residivis dan ada pada database kami,” imbuhnya.*Suryansyah

 1,200 total views

LEAVE A REPLY