Menteri Hanif: Pesantren Berpotensi Kekurangan Tenaga Kerja

0
420

www.depoktren.com–Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dakhiri mengatakan Pesantren memiliki potensi besar dalam mengisi kekurangan tenaga kerja. Pasalnya, Pesantren telah memiliki modal tersendiri dalam mencetak lulusannya yang berkarakter, integritas dan lainnya.

“Justru Pesantren itu sangat besar potensinya dalam mengisi kebutuhan kekurangan tenaga kerja. Sebab, salah satu kekuatan tenaga kerja saat ini adalah pada soft skill. Pesantren telah menjalankan itu melalui proses pendidikan karakter, budi pekerti dan lainnya. Banyak pesantren yang memberi nilai tambah melalui peningkatan kompetensi, seperti: Pesntren yang mempunyai pelatihan kerja, pelatihan Las, IT dan sebagainya. Jadi, Pesantren itu sudah lakukan semuanya dan saat ini hanya perlu di masifkan lagi,” ujarnya di acara Harlah Pesantren As-Saadah, Bojong Pondok Terong, Cipayung. Minggu (16/4/2017).

Saat ditanya mengenai peluang lulusan Pesantren yang tepat untuk mengisi lapangan pekerjaan, menurutnya Pesantren dari segi inverstasi harus dinamis lihat pasar kerja. Ia menilai, dinamika pasar kerja berjalan secara dinamis yaitu: ada pekerjaan yang hilang dan pekerjan baru yang muncul. Dirinya mencontohkan, dulu masyarakat menggunakan surat tulisan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini sudah ada SMS, WA, Facebook atau Medsos semuanya berubah. Sehingga, imbuhnya, kebutuhan untuk surat sedikit dan pekerjaan itu berkurang. Disisi lain, imbuhnya, dengan perkembangan teknologi maka banyak dibutuhkan tenaga yang ahli dalam IT. “Pesantren harus bisa melihat dinamika pasar. Sebab, ada pekerjaan lama yang hilang dan pekerjaan baru yang muncul,” terangnya.

Dikatakannya, terkait persaingan global dalam mengisi kebutuhan lowongan pekerjaan adalah bagaimana Pesantren meningkatkan SDM, mengantisipasi perkembangan pasar tanpa hilangnya jati diri, pendidikan jati diri, nasionalisme, etos kerja, cinta tanah air, kebangsaan, NKRI dan semuanya ada di Pesantren. “Pesantren memiliki itu semuanya, tanpa menghilangkan jati dirinya yang sudah menjadi ciri khas dan kekuatan,” jelasnya.

Sebelumnya Hanif mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang mencapai 113 juta pada tahun 2030. Hal itu berdasarkan hasil riset McKinsley Global Institute (MGI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 dimana Indonesia memiliki potensi menjadi Negara ekonomi ke-7 terbesar di dunia pada tahun 2030 mendatang. Sementara itu, hasil riset Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan yang diolah dari data BPS pada tahun 2015 menunjukkan jumlah tenaga kerja terampil yang dimiliki Indonesia saat ini baru 57 juta orang. (Aan)

 468 total views

LEAVE A REPLY