Peringati Hari Kartini, Sekolah Anak Ini Hidupkan Literasi di Panti

0
641

www.depoktren.com–Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, perempuan bernama Melinda Nurimannisa yang mengetuai Yayasan Generasi Cerdas Mulia dan Founder Alkindi Islamic Children Education Centre tersebut mengajak anak-anak muridnya berkunjung ke Panti Yayasan Bina Remaja Mandiri yang terletak di Jalan Bontang, Cimanggis, Depok.

“Kami ingin mengajak anak-anak ini menghayati makna kepahlawanan Kartini. Bukan hanya merayakan baju adat, tapi bagaimana kita mengajarkan mereka berbagi, peduli pada sesama, dan berani,” kata Melinda usai acara, Kamis (20/4/2017).

Anak-anak muridnya yang berusia tiga hingga lima tahun tersebut, kata Melinda, diajak untuk menyumbangkan mainan dan buku-buku. Nantinya, buku-buku yang diberikan pada Yayasan Bina Remaja Mandiri tersebut akan dibikinkan perpustakaan mini bagi anak-anak yayasan dan warga sekitar.

“Ide perpustakaan mini ini ada karena mengambil semangat Kartini dalam bukunya, yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang,” jelas perempuan kelahiran 1993 tersebut.

Sebab buku, kata Melinda, selain menjadi akses utama terhadap ilmu pengetahuan, juga menjadi cahaya kehidupan. Selain acara pembagian buku dan mainan, Melinda juga mengajak kawannya dari Komunitas Gerakan Mendongeng (Gendong) Indonesia yang saat ini berbasis di Kota Malang Jawa Timur, Elis Cetta untuk mendongeng tentang Kartini.

“Dongeng, menurut saya, merupakan salah satu hiburan edukatif yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral. Kami ingin anak-anak meresapi nilai kepedulian dan berbagi terhadap sesama sampai ke hati. Jadi nilai itu tak mudah dilupakan,” kata Melinda.

Hal serupa dikatakan oleh Elis Cetta yang mengaku belajar dongeng secara otodidak melalui internet. Perempuan yang bergabung dalam Gendong Indonesia dan dongeng.tv tersebut memaparkan sejumlah manfaat dongeng bagi anak.

“Dongeng itu banyak manfaatnya banget untuk menanam nilai kebaikan dan mengembangkan nilai literasi anak seperti membaca dan menulis. Mengingat minat baca kita juga terbilang rendah,” ujar perempuan yang menggunakan teknik mendongeng ventriloquist atau mendongeng dengan suara perut tanpa menggerakkan bibir.

Biasanya, teknik mendongeng tersebut menggunakan alat peraga seperti boneka, contoh yang terkenal di Indonesia adalah Boneka Susan. Elis sendiri menggunakan boneka bernama Cetta untuk acara bersama Alkindi merayakan Hari Kartini dengan nuansa yang berbeda. (Siska)

 740 total views

LEAVE A REPLY