Depok Keluarkan SE Terkait Gas Bersubsidi

0
324

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait distribusi dan penggunaan gas tiga kilogram bersubsidi yang beredar di pasaran agar pemanfaatan subsidi bisa tepat sasaran.

Mengingat belum lama ini telah terjadi kelangkaan gas tiga kilogram atau gas melon di sejumlah daerah termasuk di Kota Depok. Operasi pasar gas melon juga telah dilakukan tempo lalu, namun di sejumlah kecamatan di Kota Depok, harga gas melon masih mencapai di atas 20 ribu rupiah.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut sejumlah poin yang tertuang dalam SE tersebut yang setiap poin bermaksud agar penggunaan gas melon bersubsidi tepat sasaran.

“Salah satu poin yang dituangkan adalah pengaturan harga gas bersubsidi yang boleh dijual penyalur kepada konsumen. Namun, untuk ketetapan harga masih kita kaji bersama asosiasi Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas),” ujar Idris seperti yang dikutip dari depok.go.id, Minggu (23/4/2017).

Menurut Idris, yang boleh menggunakan gas melon bersubsidi tersebut hanyalah masyarakat kalangan menengah ke bawah atau tidak mampu. “Kami juga akan melakukan pendataan masyarakat yang tidak mampu untuk dikategorikan sebagai penerima yang berhak menggunakan gas bersubsidi,” lanjut Idris.

Masyarakat yang tergolong boleh menggunakan gas bersubsidi adalah warga yang berpenghasilan Rp 1,5 juta ke bawah. Ada pun yang berpenghasilan di atas angka tersebut diimbau untuk beralih ke bright gas 5,5 kilogram atau gas 12 kilogram. (Siska)

 364 total views

LEAVE A REPLY