Geng Motor Pembuat Onar akan Ditembak Ditempat

0
367

www.depoktren.com–Aparat kepolisian jajaran Polres Depok menindak tegas dengan akan menembak ditempat geng motor pembuat onar.

“Aksi geng motor sudah keterlaluan dan sadis, jadi saya diperintahkan untuk menembak para geng motor pembuat onar ” kata Kapolsek Pancoran Mas Depok, Kompol Hamonangan Nadapdap di Mapolsek Pancoran Mas, Depok, Jumat (9/6).

Ditegaskan Hamonangan, pihaknya juga sudah memerintahkan jajaran Polsek Pancoran Mas, Depok untuk bertindak tegas dan tembak di tempat para geng motor yang membuat onar yang meresahkan masyarqkat.

“Saya perintahkan kepada anggota polisi yang di lapangan jikalau menemukan anggota geng motor atau gengster yang berbuat onar. Silakan tembak di tempat. Saya siap menanggung semua resiko,” tegas Hamonangan.

Dia geram dengan ulah geng motor yang kerap melakukan kekerasan dan aksiĀ geng motor kembali memakan korban, dua remaja dibacok yakni Salamun (16) mengalami luka bacok dibagian kepala dan M. Taufik (17) luka bacok dibagian leher belakang yang terjadi di Jalan Caringin Kelurahan Rangkapan Jaya Lama, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Kamis, (8/6/2017) pukul 03.30 WIB.

“Kini keberadaan geng motor dan juga klub motor membuat warga resah. Sehingga, diperlukan tindak tegas untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kekerasan di jalanan tersebut. Apalagi sekarang ini kebrutalan geng motor sudah banyak memakan korban,” tuturnya.

Hamonangan mencatat sudah lima korban mengalami luka bacok yang dilakukan para geng motor di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Depok. “Tiga remaja sebelumnya menjadi korban kebrutalan gerombolan orang yang diduga sebagai geng motor. Terakhir, dua remaja harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka bacok di kepala dan leher. Para pelakunya sedang kami buru,” jelas Hamonangan.

Hamonangan menegaskan,
tembak di tempat diperlukan untuk memberikan efek jera kepada para geng motor pembuat rusuh. Apalagi sekarang ini kebrutalan gengster sudah banyak memakan korban.

“Kebetulan wilayah kami sering terjadi seperti ini (kejahatan jalanan)
Jadi kami merasa harus adanya tindakan tegas. Minimal memberikan shock terapi kepada mereka (pelaku),” terangnya. (Meidya)

 638 total views

LEAVE A REPLY