Ada 330 Pelajar Ikutan Seleksi Penerimaan Siswa Cerdas Istimewa di SMPN 2 Depok

0
502

www.depoktren.com–Sebanyak 330 pelajar mengikuti seleksi penerimaan siswa pelayanan Cerdas Istimewa (CI) di SMPN 2 Depok. Penerimaan tersebut sudah 4 kali diselenggarakan SMPN 2 Depok sebagai sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam menyelenggarakan program pelayanan CI.

“Program CI itu diadakan untuk mengembangkan potensi siswa di Depok yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa, dibandingkan dengan siswa lainnya,” ujar Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno, Kamis (15/6).

Menurut Sumarno, dasar dari pelaksanaan seleksi tersebut adalah tingkat Intelligence Quotient (IQ) atau nilai kecerdasan seseorang. “Kami menjaring siswa dengan melihat tingkat IQ mereka. Hanya yang memiliki IQ diatas 130 bisa diterima,” terangnya.

Lanjut Sumarno, sebelumnya pihaknya melakukan seleksi pada nilai rapor terlebih dahulu yaitu harus memiliki nilai rata-rata 8 dari kelas IV hingga kelas VI semester ganjil.

“Dengan melihat IQ siswa maka dapat diambil tiga poin pada mereka yaitu tingkat intelegensi yang tinggi, komitmen yang baik, dan tingkat kreativitas siswa yang baik. Sehingga dengan tiga point tersebut siswa dapat dibentuk menjadi anak dengan kemampuan yang istimewa. Tentunya perlu juga dilihat bagaimana intervensi lingkungannya, dukungan dari orang tua dan pelayanan yang diberikan oleh sekolah,” tuturnya.

Sumarno mengungkapkan, IQ para siswa di Depok sangat luar biasa. Bahkan dari kapasitas kebutuhan untuk kelas CI yaitu 50 siswa, terdapat lebih dari 50 siswa yang ternyata memiliki IQ diatas 130. “Sehingga kami berikan lagi tes akademik bagi mereka yang memiliki kesamaan tingkat IQ. Kami dapatkan 68 siswa, kemudian diurutkan dari tertinggi hingga terendah,” ungkapnya. 

Ditegaskan Sumarno, tahap akhir yang harus dilakukan adalah wawancara dengan siswa dan orang tua siswa. Dimana, melalui wawancara tersebut, sambungnya, siswa harus bisa menentukan apakah siap untuk mengikuti pembelajaran dan orang tua harus siap mendukung dan mendampingi siswa.

“Karena CI ini berbeda dengan reguler dimana jam belajar siswa ditambah dua jam dari jam regular, terdapat tugas membuat karya ilmiah, dan siswa lulus dalam waktu dua tahun saja, sehingga dibutuhkan komitmen dari siswa dan orangtua,” tegas Sumarno. (Meidya)

 565 total views

LEAVE A REPLY