Kepastian Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Masih Cari Lokasi

0
499

www.depoktren.com– Wacana pemindahan ibu kota negera kembali mencuat dan pemerintah memastikan dengan mengklaim sudah melakukan sejumlah persiapan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyatakan, proses pemindahan ibu kota negara sampai sejauh ini sudah dalam tahap survei dan pengkajian.

“Namun, mengenai lokasi calon ibu kota baru belum ada kepastian. Begitu juga waktu soal kapan proses tersebut akan dimulai,” ujar Tjahjo, Kamis (6/7/2017).

Tjahjo mengakui, Presiden Joko Widodo memang sudah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melakukan survei. “Telaah dulu di mana lokasi yang cocok. Saya kira tidak bisa jangka pendek. Itu jangka panjang untuk memindahkan ibu kota negara,” terangnya.

Tjahjo menjelaskan, ada beberapa hal penting yang harus dipastikan dalam proses pengkajian ini. Diantaranya terkait luas lahan, kondisi lahan dari gempa serta berbagai kemungkinan lainnya. “Bappenas sedang melihat secara geografis dulu. Kajiannya harus detail dan matang. Jadi belum dapat dipastikan kapan waktunya,” tegas Tjahjo.

Dia juga mengatakan masyarakat harus benar-benar memahami makna wacana pemindahan Ibu Kota Jakarta ke kota lain. Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota menitikberatkan kepada pusat pemerintahan. “Saya kira pengertian pemindahan itu tidak berarti dari Jakarta ke kota lain. Namun, pemerintahannya supaya tidak padat di Jakarta. Itu saja intinya,” jelasnya.

Tjahjo tidak menjawab secara rinci saat dimintai pendapat mengenai wacana pemindahan ibu kota. Sebab, menurutnya, hal ini masih menjadi bahan kajian oleh Bappenas. “Tanyakan kepada Bappenas. Sebab, Bappenas sedang diperintah oleh Presiden untuk mengkaji dengan benar,” ucapnya.

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengaku, telah membahas rencana pemindahan ibu kota secara detail dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Menurutnya, kajian pemindahan termasuk skema pendanaannya akan rampung tahun ini, dan dimulai pada 2018 atau 2019 mendatang. (Supri/Ant)

 500 total views

LEAVE A REPLY