Usai Lebaran, Bisnis Properti di Depok Masih Landai 

0
494

www.depoktren.com–Usai lebaran, pemenuhan kebutuhan masyarakat masih tinggi. Terutama saat sekarang, ajang tahun ajaran baru yang mengharuskan anak-anak masuk sekolah. Kondisi tersebut berpengaruh kepada pasar perumahan saat ini. Hal itu diungkapkan pengembang property di Depok, Direktur PT Rolas Sapta Mandiri Abdul Khaer, di Depok, Jumat (14/7/2017).

Abdul mengungkapkan, usai lebaran pasar perumahan masih stagnan. Beberapa faktor yang menyebabkannya seperti mudik, pakaian lebaran, liburan, tahun ajaran baru dan lainnya. 

“Kalau dibilang pasar properti itu lesu sih engga, dan kalau di bilang sedang bergairah dari sisi mananya kita juga belum menemukan. Apalagi, kondisi masyarakat saat ini lebih pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan berbarengan dengan masuknya sekolah atau tahun ajaran baru. jelas, kondisi ini juga punya pengaruh di pasar perumahan,” ungkap ujar pengembang perumahan Griya Bukit Mas Depok ini. 

Khaer mengutarakan, memasuki tahun ajaran baru masyarakat akan lebih banyak mengeluarkan uangnya untuk pendidikan anaknya. Ia mencontohkan, masuk sekolah di Luar Negeri, biaya peralatan sekolah, daftar ulang dan lainnya. Sehingga, kebutuhan lainnya di  kesampingkan dahulu. 

“Kalau sebelumnya ada THR, atau yang menerima gaji 13 dan 14 maka yang diutamakan adalah untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan,” paparnya. 

Ia menambahkan, saat ini untuk pengajuan kredit rumah makin ketat. Terlebih lagi, lanjutnya, aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dengan mudah bisa mengetahui kredit para debitur melalui bank atau non bank. Bila sebelumnya, melalui BI cheking bisa diketahui seseorang melakukan pinjaman di Bank. Namun, dengan adanya aturan dari OJK pinjaman melalui leasing motor atau mobil akan bisa diketahui. 

“Saya kira dengan aturan OJK yang baru  nantinya menjadi ancaman bagi pengembang perumahan. Sebab, orang akan ketahuan sedang memiliki pinjaman di leasing motor atau mobil. Sehingga, kondisi tersebut akan menjadi pertimbangan bagi developer,” tutur Khaer.

Dia menilai, saat ini di usia produktif antara 28-40 tahun sangat mustahil tidak melakukan pinjaman motor atau mobil melalui leasing. Apalagi, saat melakukan pinjaman di leasing motor atau mobil sangat mudah persyaratannya di bandingkan dengan di bank.  Sehingga, bila seseorang diketahui  telah memiliki pinjaman pada leasing akan menjadi pertimbangan saat mengajukan KPR. “Jadi, bisnis properti saat ini masih landai. Apalagi, perizinan bagi pengembang juga diperketat. Tapi, kita tetap berharap agar semua berjalan lancar dan optimis,” harap Khaer. (Meidya)

 496 total views

LEAVE A REPLY