Perempuan Depok Makin Sadar Cegah Kanker Serviks

0
395

www.depoktren.com–Kesadaran perempuan di Depok untuk mencegah kanker serviks semakin baik. Indikator kenaikan itu terlihat dari total kehadiran istri anggota polri (Bhayangkari) Brimob Kelapa Dua, Depok untuk memeriksa kondisi kesehatannya, saat Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks yang digelar BPJS Kesehatan di Satkes Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (13/7/2027).

“Kesadaran perempuan untuk mencegah kanker serviks sudah baik. Dari target 200 orang yang datang di acara kami (BPJS Kesehatan). Jumlahnya mencapai 247 orang yang memeriksakan kondisinya,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, BPJS Kesehatan Depok, Indriyanti Wakhyuni.

Diutarakan Indriyanti , deteksi dini kanker serviks melalui IVA/Pap Smear merupakan upaya unggulan untuk menekan prevalensi kanker serviks bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Maka itu, BPJS Kesehatan menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif.

“Kami menggandeng seluruh stakeholder dalam pencegahan kanker serviks. Khususnya melalui pemeriksaan IVA/Pap Smear gratis ini. Animonya cukup besar di Depok, karena banyak perempuan yang sudah sadar untuk memeriksakan kondisi mereka,” jelasnya.

Menurutnya, secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus, dengan total biaya sekitar Rp 56,5 miliar. Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp 87,1 miliar.

“Angka tersebut tergolong cukup tinggi. Karena itu, kami imbau agar segara lakukan pencegahan dengan tes IVA ata Pap Smear. Kedua metode tersebut gratis diberikan kepada peserta JKN-KIS di Depok. Silahkan datang ke Fasilitas kesehatan (faskes) terdekat sampai 31 Juli 2017,” terangnya.

Anggota Bhayangkari Brimob Kelapa Dua Kota Depok, Yuli Astuti menuturkan, dirinya mengikuti pemeriksaan karena sadar pentingnya kesehatan alat reproduksi perempuan. Sambung Yuli, pencegahan lebih baik daripada harus mengobati. “Saya ingin memastikan kondisi rahim sehat dengan pemeriksaan pap smear,” terang Yuli.

Ditambahkan Yuli, sebagai perempuan, dirinya merasa diperhatikan oleh pemerintah. Hal tersebut dilihat dengan begitu banyak gerakan pencegahan kanker serviks dan kanker payudara.

“Semoga berbagai upaya pencegahan penyakit dapat dirasakan juga bagi perempuan yang ada di berbagai daerah, agar wanita Indonesia terbebas dari kanker yang menyerang perempuan seperti kanker serviks,” pungkas Yuli. (Supri)

 395 total views

LEAVE A REPLY