KPP Pratama Depok Persuasif Tangguh Tunggakan Pajak

0
1092

www.depoktren.com–Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Depok akan terus utamakan tindakan persuasif saat penagihan tunggakan kepada Wajib Pajak (WP). Langkah tersebut dilakukan agar WP segera membayar kewajiban sebagai upaya penegakan hukum pajak.

Kepala Seksi Penagihan KPP Pratama Depok Sawangan, I Gusti Nyoman Sanjaya mengatakan, ada empat tahap saat penagihan pajak. Untuk tahap pertama antara lain penerbitan surat teguran, tahap kedua pemberitahuan surat paksa, tahap ketiga penyitaan, serta tahap keempat pelelangan barang sitaan. Prosedur dan jangka waktu dari setiap tahapan telah ditetapkan dalam peraturan undang-undang perpajakan.

“Kami memiliki strategi yaitu mengedepankan tindakan persuasif melalui surat teguran dan imbauan lebih dulu kepada penunggak pajak,” jelas Gusti, Selasa (18/7/2017).

Dia menuturkan, untuk penagihan pajak dilakukan oleh juru sita pajak sebagai pelaksana tindakan penagihan pajak. Namun, bila saat diterbitkan surat teguran penanggung pajak langsung melunasi utang pajak. Maka, proses penagihan selesai pada tahap surat teguran.

Apabila pihaknya sudah melakukan upaya persuasif, tetapi tidak berjalan. Otomatis tindakan akan ditetapkan sesuai Undang-Undang Nomor 19 tahun 2000 tentang penagihan pajak dengan surat paksa, sehingga akhirnya berujung pada tahap terakhir. Pihaknya akan melakukan penyitaan, penyanderaan hingga menjual barang sitaan penunggak pajak.

“Setelah surat paksa dikeluarkan. Lalu bila penunggak pajak akan meninggalkan Indonesia akan dikeluarkan langkah pencegahan,” jelas Gusti

Diutarakan Gusti, para WP untuk sadar dan taat dalam membayar pajak. Mereka juga diharapkan juga memahami ketentuan pajak yang telah berlaku, sehingga dapat menghindari hal yang tak diperlukan. “Jadi membangun kesadaran dan sukarela WP akan memberikan kontribusi yang besar terhadap penerimaan pajak,” pungkasnya. (Meidya)

 1,092 total views

LEAVE A REPLY