Imigrasi Depok Gencar Lakukan Sosialisasi, Cegah WNA Ilegal

0
397
Jpeg

www.depoktren.com–Imigrasi Kelas II Depok gencar melakukan sosialisasi Undang-undang Nomor 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian di setiap kecamatan. Sosialisasi dilakukan dengan harapan masyarakat lebih memahami fungsi dan maksud tujuan Keimigrasian. “Ini demi mengcegah adanya warga negara asing (WNA) ilegal,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Jeacky Gerald Gerung di kantor Imigrasi Depok, Jumat (21/7/2017).

Diutarakan Jeacky, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke tujuh kecamatan di Kota Depok. Diantaranya Kecamatan Limo, Cinere, Beji, Pancoran Mas, Cipayung, Sukmajaya, Cilodong.l, Limo dan Cinere.

“Kami ingin nantinya masyarakat dapat ikut peduli dan mengawasi keberadaan WNA di lingkungannya. Karena itu, ditargetkan sosialisasi Keimigrasian di tiap kecamatan selesai November 2017,” tuturnya.

Diungkapkan Jeacky, berdasarkan data Imigrasi Kelas II Depok, ada 906 WNA legal yang tercatat di Depok. Para WNA tersebut mencakup warga asing pemilik Kartu Ijin Tinggal Tetap (KITAP) atau Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS). 

Menurut Jeacky, selain itu, dalam sosialisasi Keimigrasian, informasi terkait kartu identitas WNA perlu diketahui dan dipahami oleh petugas di tingkat kecamatan. Seperti Kartu Ijin Kunjungan, Kartu Ijin Tinggal Tetap (KITAP), Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS), maupun Seritifikat dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) bagi pencari suaka. “Informasi terkait kartu identitas itu penting agar mereka para petugas tingkat kecamatan tidak bisa dibohongi saat ada WNA yang menunjukkan kartu identitas palsu,” jelasnya.

Jeacky menambahkan, untuk mempermudah komunikasi antara pihak Imigrasi dengan jajaran di kecamatan, maka akan dibentuk grup khusus di media sosial. Nantinya segala informasi dan pengaduan dapat diketahui dengan cepat, serta segera diselesaikan.

“Kami selalu menekankan pengawasan WNA bukan hanya wewenang Keimigrasian saja, melainkan semua pihak diharapkan peduli dan bersinergis untuk keamanan dan ketertiban Kota Depok,” pungkasnya. (Supri)

 397 total views

LEAVE A REPLY