Ada Kartu Status, untuk Arahkan Anak Bersosmed Positif

0
578

www.depoktren.com–Anak-anak di era digital seperti sekarang ini, sudah tak asing lagi dengan sosial media (sosmed) yang kini makin banyak variannya. Untuk mengarahkannya ke hal positif, kini sudah ada Kartu Status yang memberi ruang berpikir bagi anak untuk memilih yang bermanfaat.

Deputi Direktur ICT Watch Indonesia, Widuri mengatakan, selain sudah sangat familiar dengan Facebook, Twitter, dan Instagram, anak-anak masa kini juga akrab dengan Pinterest dan juga LINE.

“Orang tua di Kota Depok hendaknya waspada apabila anaknya sudah sangat menyukai sosmed. Bisa dilihat dari gejala yang sedikit-sedikit membuat status di akun sosmednya,” ujar Widuri, saat menjadi pembicara dalam talkshow Internet Sehat yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Rabu (26/7/2017).

Widuri yang berkecimpung dalam dunia kampanye internet sehat mengaku, kerap menemui anak yang sudah memiliki akun sosmed yang justru dibuatkan oleh orang tuanya. Padahal, sang anak belum cukup umur untuk mendownload aplikasi sosmed tersebut.

“Seperti misalnya Facebook yang memiliki parental advisory 13+, Instagram 12+, ataupun Twitter 17+. Artinya seyogyanya yang memiliki akun sosmed tersebut minimal memiliki umur sebesar yang tercantum itu,” katanya.

Namun, untuk anak yang sudah terlanjur punya akun sosmed, pihaknya memiliki sebuah perangkat (tools) yang dinamakan dengan Kartu Status. Dalam Kartu Status tersebut, anak-anak akan diberikan contoh status positif dan negatif lalu mereka diminta untuk memilih mana yang kira-kira diperbolehkan untuk diposting dan mana yang tidak boleh.

“Kita tidak meminta mereka jangan posting status negatif, tetapi bagaimana mereka berpikir mana yang pantas dan yang tidak pantas. Orang tua harus dapat mengarahkan mereka,” jelasnya.

Dirinya bersama Diskominfo Kota Depok juga sering sosialisasi internet sehat baik ke pelajar, komunitas, hingga mahasiswa. Dari sana ia mendapat banyak pengetahuan dan membedakan mana yang berbahaya dari interaksi di sosmed dan mana yang aman.

“Selain bersama Diskominfo, saya bersama rekan-rekan di ICT Watch Indonesia juga mendatangi para orang tua. Agar pemahaman mengenai internet sehat maupun menjaga anak dalam berinteraksi di sosmed bisa lebih komprehensif,” pungkasnya. (Meidya)

 578 total views

LEAVE A REPLY