Malam Ini, Dishub Depok Mulai Tutup Salah Satu dari Enam Perlintasan Kereta Ilegal

0
522

www.depoktren.com–Malam ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melakukan penutupan di enam perlintasan jalan sebidang antara jalur kereta api dan jalan. Penutupan enam perlintasan tidak resmi tersebut akan dilakukan pada 28 Juli hingga 11 Agustus 2017 mendatang. 

Penutupan tersebut merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang tertuang pada Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Berdasarkan UU tersebut, jika ada jalan sebidang yang ilegal harus segera ditutup dan kami tentu akan taat akan peraturan tersebut,” ujar Kepala Dishub, Gandara Budiana, di Balai Kota Depok, Jumat (28/7/2017).

Menurut Gandara, penutupan juga dilakukan karena untuk mengedepankan aspek keselamatan masyarakat. Mengingat jalur sebidang ilegal itu tidak memiliki palang pintu kereta, serta petugas yang memadai, sehingga memiliki risiko kecelakaan yang cukup besar.

“Intinya penutupan ini juga demi kebaikan dan keamanan masyarakat sebagai pengguna jalan. Apalagi dengan pertimbangan kereta sebagai transportasi yang cepat, sehingga sebaiknya jalur kereta tidak bersinggungan dengan jalan,” tutur Gandara.

Diutarakan Gandara, meski kebijakan Pemerintah Pusat, tetapi Pemkot Depok tetap membantu melakukan sosialisasi terkait penutupan di enam perlintasan jalan sebidang tersebut. “Kami telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat apakah ada jalur alternatif yang bisa digunakan bagi warga. Setelah melakukan peninjauan, kami melihat ada jalan lain yang bisa digunakan masyarakat jika keenam perlintasn itu ditutup,” jelasnya. 

Gandara menambahkan, sejak April 2017, Dishub Depok sudah berkoordinasi dengan Camat dan Lurah di wilayah di enam perlintasan tersebut. Pihaknya juga telah memasang spanduk dan menyebar leaflet untuk warga yang berada di wilayah penutupan jalur sebidang tidak resmi tersebut. “Kami harap masyarakat bisa mengutamakan aspek keselamatan dan mendukung penutupan enam perlintasan sebidang tersebut,” harapnya.

Adapun enam perlintasan sebidang yang akan ditutup di Depok diantaranya perlintasan Jalan Manggis dekat TK Pertiwi di Kelurahan Tanah Baru dan perlintasan kereta di Gang Tina Salon di Kecamatan Pancoran Mas yang akan dilaksanakan penutupan pada 28 Juli 2017, 

Selanjutnya, penutupan perlintasan sebidang 
Gang Coteng di Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung pada 31 Juli 2017, Gang Damai, Citayam pada  4 Agustus 2017, Gang Satiri, Ratu Jaya, Cipayung pada 8 Agustus 2017 dan pelintasan Gang Depok Baru tepatnya dekat Pasar Kemiri pada 11 Agustus 2017.

Lurah Depok, Mustakim mendukung dengan ikut menyosialisasikan kebijakan penutupan perlintasan sebidang tersebut.

“Kami bantu menyosialisasikan kepada Ketua RT dan RW agar mereka ikut menginformasikan terkait penutupan pelintasan jalan sebidang ilegal antara jalur kereta api dan jalan,” ujarnya.

Lebih Mustakim, palang pintu perlintasan kereta tidak resmi yang ada di Gang Tina Salon, Kelurahan Depok merupakan akses bagi warga RW 17 menuju Jalan Raya Kartini. Dengan ditutupnya akses tersebut, tentu dibutuhkan jalan alternatif untuk menjadi solusi saat ditutupnya akses tersebut.

“Ada jalan alternatif lain yaitu jembatan yang menghubungkan RW 17 menuju Jalan Raya Kartini. Tetapi kondisi jalan memang sempit hanya dapat dilewati satu kendaraan roda empat,” tuturnya. 

Amir, warga Kelurahan Depok yang kerap melintas di perlintasan kereta Gang Tina Salon mengaku cukup kesulitan mencari jalan alternatif jika perlintasan kereta tersebut ditutup. “Kalau ditutup ya lumayan jauh mencari jalan alternatifnya,” tegasnya. (Supri)

 522 total views

LEAVE A REPLY