Gelar Operasi Pasar Guna Tekan Inflasi di Depok

0
466

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya menekan laju inflasi pada Juni 2017 sebesar 0,97 persen. Angka yang baru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) ini, coba diatasi dengan mengupayakan operasi pasar melibatkan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi pada Sekretariat Daerah (Setda)  Kota Depok, Dwi Rahma menjelaskan, untuk menekan angka inflasi membutuhkan upaya dari semua pihak, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Upaya-upaya yang dilakukan antara lain mengajukan permohonan bantuan operasi pasar ke Bulog Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pertanian, atau perusahaan swasta.

“Upaya ini dilakukan mengingat keterbatasan APBD. Selain menggandeng sejumlah pihak, kami juga melakukan pembaruan data harga bahan pokok di pasar seminggu sekali agar cepat terdeteksi jika terjadi kenaikan harga,” ujar Dwi di Balai Kota Depok, Selasa (1/8/2017).

Dwi menjelaskan, pihaknya juga secara rutin memberikan informasi jaminan ketersediaan stok bahan pangan di kantor-kantor, pasar dan lokasi strategis lainnya melalui media massa atau media elektronik lainnya.

“Sampai dengan akhir Juni 2017 tingkat inflasi di Kota Depok 0,97 persen, sementara pada Mei 2017 yaitu 0,51 persen. Ini menjadi perhatian kita semua, terutama OPD terkait. Dalam waktu dekat kami akan melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama mendekati Hari Raya Idul Adha dan akhir tahun,” jelasnya.

Dwi menambahkan, yang menjadi salah satu penyebab inflasi di Kota Depok adalah banyaknya permintaan terhadap bahan kebutuhan pokok, dan untuk menekannya Pemkot Depok akan melakukan upaya-upaya mulai dari jangka pendek,  jangka menengah, hingga jangka panjang.

“Menurut BPS yang menjadi penyebabnya adalah banyaknya permintaan terhadap bahan pangan. Namun, dari laporan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di setiap pasar harga kebutuhan pokok memang terjadi perubahan dari bulan-bulan sebelumnya.  Jadi tidak ada istilah shockprice atau peningkatan harga yang naik secara mendadak,” papar Dwi

Dia mengimbau masyarakat, agar menerapkan pola hidup sederhana atau tidak bersikap konsumtif. Dengan sikap hemat, masyarakat bisa ikut berkontribusi menekan laju inflasi.

“Stok pangan di Kota Depok aman, kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyetok barang secara berlebihan, karena akan menyebabkan kelangkaan yang berakibat pada peningkatan inflasi,” tandas Dwi. (Meidya)

 467 total views

LEAVE A REPLY