Bank Sampah Andil Terbesar Kota Depok Raih Piala Adipura

0
464

www.depoktren.com–Keberadaan bank sampah yang terdapat di sejumlah Rukun Warga di Kota Depok memiliki andil besar keberhasilan meraih Piala Penghargaan Adipura 2017. “Program pemilahan sampah dan keberadaan bank sampah memiliki nilai tinggi dalam perolehan angka dari tim penilai Adipura,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, Etty Suryahati, Jumat (4/8/2017).

Menurut Etty ada tiga kriteria utama penilaian Adipura yakni bagaimana upaya peningkatan kebersihan, upaya peningkatan penghijauan dan upaya pengendalian pencemaran. “Upaya peningkatan kebersihan dinilai tidak hanya persoalan sampah dan kebersihan saja tapi juga partisipasi masyarakat dalam peningkatan kebersihan dan pengelolaan serta pemanfaatan sampah,” tuturnya.

Etty mencontohkan, warga Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok terus mengoptimalkan keberadaan sembilan bank sampah untuk memilah dan mengolah limbah sebelum dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Saat ini kami selaku masyarakat bersama Kelurahan Sukamaju Baru menjalin sinergitas dengan DLHK untuk menjalankan program RT dan RW bersih dengan membiasakan memilah sampah organik dan anorganik di semua bank sampah yang kami kelola,” ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sukamaju Baru, Supriadi.

Lanjut Supriadi, saat ini keberadaan bank sampah di sembilan RW tersebut, dapat menampung sampah organik dan anorganik hasil limbah rumah tangga warga. Supaya, sebagian sampah tersebut tidak dikirimkan ke TPA, namun diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual.

“Sudah hampir semua jenis sampah kami terima dan diolah. Hanya beberapa jenis sampah saja yang dikirim ke TPA seperti limbah residu, serta sampah sisa cuci piring dan sampah buah-buahan yang sudah tidak dapat dikonsumsi kembali,” terangnya.

Dia menambahkan, selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan bank sampah tersebut juga dapat menambah penghasilan warga. Sebab, setiap kilogram sampah yang mereka berikan kepada bank sampah akan ditukarkan dengan uang.

“Biasanya setiap satu tahun sekali warga akan kembali mendatangi bank sampah untuk mengambil uang tabungannya hasil dari menukarkan sampah. Kalau untuk kisaran besarannya cukup bervariatif, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung dari seberapa banyak mereka memberikan sampah,” pungkas Supriadi. (Meidya)

 464 total views

LEAVE A REPLY