Warga Tolak SSA, Pasang Spanduk

0
753

www.depoktren.com–Penerapan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara, terutama di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) menai protes dan penolakan warga.

Warga menilai, SSA tidak menjawab permasalahan kemacetan yang ada, justru menimbulkan berpindahnya kemacetan dan persoalan baru yakni jarak tempuh menjadi jauh serta menganggu aktivitas perdagangan. 

“Untuk itu memasang spanduk yang isinya meminta agar SSA dibatalkan. Kami juga sudah mengirim surat ke Dinas Perhubungan (Dishub) Depok untuk dibatalkannya SSA,” ujar Ahmad Samadi, perwakilan warga dari Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jumat (25/8/2017).

Beragam spanduk penolakan dan pembatalan SSA pun dibentangkan disepanjang Jalan ARH dan Jalan Nusantara. 

Ada spanduk yang bertuliskan, Batalkan SSA, kami warga Depok Jaya menolak ujicoba Sistem Satu Arah karena lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya (Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya). Ada juga spanduk bertuliskan, Pak Presiden Jokowi singgahlah ke Depok, agar sistem SSA ditinjau ulang.

Pemasangan spanduk itu disambut positif oleh warga lain. Banyak yang mendukung jika SSA lebih baik dibatalkan. “Menurut saya SSA hanya memindahkan kemacetan saja,” terang Cahyadi, seorang warga Beji, Kecamatan Beji, Depok. 

Warga Perumnas Depok I, Pancoran Mas, Syaifullah menuturkan dengan diberlakukannya SSA di Jalan Nusantara dan Jalan ARH maka banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga kemungkinan besar akan menimbulkan banyak terjadi kecelakaan.

“Banyak anak sekolah, mau menyeberang jadi was-was karena banyak kendaraan melaju cukup kencang. Beberapa kali sudah terjadi kecelakaan saat menyeberang jalan tertabrak kendaraan,” tuturnya. 

Uji coba SSA di Jalan ARH diberlakukan sejak 14 Agustus 2017 lalu. Sebelumnya ujicoba SSA di Jalan Dewi Sartika dan Nusantara diberkukan pada 29 Juli 2017 lalu. (Meidya)

 753 total views

LEAVE A REPLY