Pro Kontra SSA di Depok

0
781

www.depoktren.com–Penerapan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Dewi Sartika, Nusantara dan Arif Rahman Hakim (ARH) menimbulkan reaksi pro dan kontra di masyarakat.

Masyarakat yang kontra SSA melakukan aksi demo turun ke jalan, memasang spanduk menolak dan meminta dibatalkannya SSA.

“Kami minta dibatalkan SSA karena sangat merugikan aktivitas warga, baik secara sosial dan ekonomi,” ujar kordinator aksi demo, Boges Marhen, Kamis (31/8/2017).

Seusai berorasi di sepanjang Jalan ARH, warga pun melanjutkan aksi demo ke kantor Balai Kota Depok di Jalan Margonda, Depok. “SSA bukan solusi kemacetan tapi hanya memindahkan kemacetan dan kemacetan di Jalan Dewi Sartika juga masih terjadi,” terang Boges.

Agus seorang warga Depok mengaku merasakan langsung dampak SSA, lalulintas jalan menjadi lebih lancar. “Saya sangat setuju dengan adanya kebijakan SSA yang dilakukan oleh Pemkot Depok karena setelah dilakukkannya uji coba SSA, tidak ada lagi kemacetan di sepanjang jalan SSA, bahkan arus lalulintas jadi lancar. Saya mengharapkan Pemkot Depok dapat meneruskan uji coba SSA menjadi peraturan permanen,” tuturnya.

Haryadi, warga Depok lainnya, mengatakan penerapan SSA yang sudah berlangsung sebulan itu cukup berhasil walaupun memang masih ada titik kemacetan di ujung jembatan layang dari arah Margonda menuju Depok Satu, putaran arah di Kampung Kembang, Lio sepanjang Jaln Raya Margonda dari arah Jalan Raya Juanda dan di perlintasan pintu rel kereta api Jalan Raya Dewi Sartika.

“Yang harus mendapatkan perhatian serius Pemkot Depok adalah penambahan sejumlah rambu lalu lintas agar kendaraan tidak ngebut di jalur SSA, seperti jalur kejut penyeberangan orang, penindakan terhadap sopir Angkot yang makal seenaknya, sepeda motor maupun mobil yang parkir pinggir jalan saat jam pulang sekolah anak maupun pelebaran badan jalan di setiap perempatan maupun pertigaan di jalur SSA,” jelas Haryadi.

Pro dan kontra SSA, keputusannya apakah diterapkan permanen atau dibatalkan,
putusannya ada ditangan Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (Meidya)

 781 total views

LEAVE A REPLY