Bang Pradi: Penerapan SSA di Depok akan Dikaji Secara Ilmiah

0
668

www.depoktren.com–Uji coba penerapan Sistem Satu Arah (SSA) akan tetap dilanjutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok hingga batas waktu yang belum ditentukan. Uji coba SSA di Jalan Dewi Sartika, Nusantara dan Arif Rahman Hakim (ARH) sudah berlangsung sejak 29 Juli 2017.

“Agar dapat lebih maksimal, Pemkot Depok akan terus mengkaji SSA secara ilmiah dengan melibatkan berbagai pihak yang kompeten di bidangnya,” ujar Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Minggu (10/9/2017).

Wakil Wali Kota Depok yang akrab disapa Bang Pradi ini mengutarakan, tidak semua kebijakan pemerintah bisa memuaskan semua orang. Akan ada pihak yang merasa keberatan, tapi juga pasti ada yang mendukung. “Karenanya, terkait SSA, kami akan berikan informasi yang akurat dan akuntabel berdasarkan kajian ilmiah,” terangnya.

Menurut Bang Pradi, saat ini perkembangan Depok sudah menjadi Kota Metropolitan, karena itu, butuh regulasi inovatif yang diterapkan. Apalagi, kemacetan di Depok sangat dirasakan semua pihak. Sementara untuk membangun infrastruktur, membutuhkan dana yang sangat besar. 

“Dengan kondisi demikian, kami merasa tidak memungkinkan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata. Hal yang paling memungkinkan kita lakukan adalah inovasi. Salah satunya membuat arah lingkaran satu putaran, dan mengurangi pertemuan horisontal yang kerap menjadi penyebab kemacetan,” tuturnya.

Bang Pradi menambahkan, hampir di semua wilayah Indonesia di pusat-pusat kota, untuk mengurai kemacetan salah satu solusinya dengan menerapkan SSA. Hal semacam itu, juga dilakukan di Kota Bandung Solo, Yogyakarta, dan Bogor. Bahkan, Kota Bogor sempat dikategorikan sebagai kota termacet se-Asia. Namun setelah diterapkan konsep SSA, meski ada kontra selama sebulan, pada akhirnya, warga setempat bisa merasakan manfaatnya.

“Kami tidak ingin merugikan siapa pun dengan adanya kebijakan SSA. Karenanya kami akan libatkan berbagai pihak untuk memaksimalkan SSA, sehingga semua masyarakat bisa menerima dan merasakan manfaatnya,” jelas Bang Pradi.

Pemerhati Sosial Perkotaan, Torben Rando Oroh mengunkapkan, persoalan kemacetan transportasi di Kota Depok itu akan dapat sedikit teratasi jika Pemerintah Pusat dalam hal ini, Kementerian PUPR dapat mempercepat pembangunan 2 jalan tol yakni Jalan Tol Cijago dan Jalan Tol Desari.

“Kementerian PUPR harus menegur kontraktor pembanguna kedua jalan tol tersebut agar segera menyelesaikan pembangunan kedua jalan tol tersebut. Masa sudah 12 tahun, pembangunan kedua jalan tol tersebut tak selesai-selesai,” pungkas Rando. (Meidya)

 671 total views

LEAVE A REPLY