Jika Administrasi Tidak Lengkap, Trayek Angkot akan Dicabut

0
406

www.depoktren.com–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengimbau kepada para pemilik angkutan kota (angkot) untuk mengurus kewajiban administrasi terkait izin trayek. “Jika dalam waktu 30 hari ke depan imbauan ini tidak diindahkan, kami terpaksa akan mencabut izin trayek angkot bermasalah tersebut,” ujar Kepala Dishub Kota Depok Gandara Budiana, di Balai Kota, Selasa (19/9/2017).

Menurut Gandara, pihaknya, sudah berupaya memberikan surat teguran berulang. Dari 2.284 angkot yang ada, sebanyak 377 unit kendaraan sudah dibekukan izin trayeknya. “Kami beri waktu 30 hari┬ákalender agar para pemilik angkot memenuhi kewajibannya. Kalau tidak diindahkan juga, maka akan dikenakan tahapan selanjutnya berupa sanksi pencabutan izin trayek,” tegasnya.

Diutarakan Gandara, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Nomor 08 Tahun 2015 tentang Persyaratan dan Prosedur Pemberian Izin Penyelenggaraan Angkutan Orang Dalam Trayek, pemilik angkutan wajib memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Dishub Depok memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi administrasi bagi para pemilik angkutan umum dalam kota yang belum memenuhi kewajiban dengan mengirim surat peringatan bertahap sebanyak tiga kali.

“Adapun kewajiban yang harus dipenuhi yaitu dengan melengkapi perizinan trayek, kartu pengawasan, pengujian kir dan harus diselesaikan dalam kurun waktu 30 hari, sesuai ketentuan. Apabila tidak ditindaklanjuti maka izinnya akan dicabut,” jelasnya.

Dia berharap, para pemilik angkutan maupun badan usaha yang menaungi 377 angkutan yang bermasalah tersebut, dapat memperhatikan teguran pihaknya. Hal ini dilakukan sebagai fungsi pengawasan yang harus dilakukan agar penataan transportasi di Kota Depok berjalan tertib.

“Mudah-mudahan angkot yang tercatat dan belum melengkapi administrasi tersebut segera mengurusnya. Agar memudahkan kami dalam mengawasi angkot yang ada di Kota Depok, sehingga keamanan dan kenyamanan bersama, dapat tercipta,” pungkasnya. (Meidya)

 406 total views

LEAVE A REPLY