PLN akan Dirikan Pesantren Gratis di Depok

0
909

www.depoktren.com–PLN  pusat akan mendirikan Pesantren Program  Teknik Informatika (TI) (Petik) setara Diploma 1 di Jalanl Mandor Basar No. 54 RT 01 / RW 01  Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. 

“Pesantren tersebut merupakan binaan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) PT PLN yang dana operasionalnya berasal dari dari karyawan  PLN se-Indonesia,” ujar Humas PLN Depok Setyo Budiono di Balai Kota Depok, Jumat (29/9/2017).

Budiono menerangkan pesantren tersebut merupakan pesantren khusus bagi mahasiswa yatim dan  piatu di seluruh Indonesia. Sehingga sepenuhnya gratis tanpa biaya. “Pesantren ini hanya ada di Kota Depok, tapi santrinya bukan hanya warga darisini saja,” terangnya.

Menurut Budiono, Pesantren Petik berdiri dan diresmikan November 2010. Pada tahun 2017 ini sudah lima angkatan dengan 50 santri setiap tahunnya. Tujuan didirikannya pesantren tersebut untuk meringankan beban bagi masyarakat yang kurang mampu atau kesulitan mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi  (perguruan tinggi).  

“Kendati tanpa biaya, santri-santri yang belajar di Pesantren Petik merupakan santri pilihan, mereka merupakan hasil seleksi dan penyaringan yang ketat,” tuturnya.

Dia menambahkan, bisa dibilang
di Pesantren Petik ini diberikan beasiswa untuk Kuliah jurusan Teknik Informatika (TI) selama dua tahun yang dipadu dengan kurikulum Kepesantrenan Tahfidzul Qur’an, Aqidah, Akhlak, Fiqh dan bahasa Arab. “Para santri akan tinggal di asrama dan akan mendapatkan juga uang saku bulanan,” ungkapnya.

Diharapkan Budiono, hadirnya Pesantren Petik agar masyarakat yang kurang mampu punya semangat belajar yang tinggi, sehingga pengetahuan dan ketrampilan yang mereka miliki tinggi dan mampu bersaing diera global. Sehingga LAZIS PLN mencanangkan perlunya didirikan lembaga pendidikan berbasis teknologi informasi yang Islami.

“Pesantren petik diharapkan dapat membentuk anak bangsa yang tri-unggul. Cerdas beragama, cerdas intelektual, dan cerdas sosial.  Sehingga, akan lahir generasi muda islam yang menguasai teknologi informasi dengan pemahaman tauhid yang lurus dan benar sesuai Alquran dan As-Sunnah,” harap Budiono. (Meidya)

 909 total views

LEAVE A REPLY