Hasbullah: Solusi Atasi Kemacetan, Lebarkan Tiga Jalan Utama

0
509

www.depoktren.com–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Hasbullah Rahmad mengatakan, lima tahun mendatang kemacetan di Kota Depok akan semakin parah jika tidak segera dicari solusinya. “Pemerintah Kota (Pemkot) Depok perlu lebih serius menangganinya, salah satunya pelebaran jalan, peningkatan kualitas jalan serta membangun jalan penghubung baru,” ujar Hasbullah saat berdiskusi dengan puluhan. wartawan Depok di Kukusan, Beji, Kota Depok, Sabtu (11/11) lalu.

Diutarakan Anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Kota Depok itu, penyebab kemacetan parah lantaran jumlah kendaraan tidak sebanding dengan ruas jalan. Solusi yang utama yakni Pemkot Depok harus segera melebarkan jalan-jalan utama seperti Jalan Tole Iskandar, Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Cinere.

“Jangan hanya fokus di Jalan Margonda saja, segera lebarkan tiga jalan itu, bentangannya 32 meter, mulai drainase, trotoar, penghijauan jalan dan pembatas jalan,” terangnya.

Menurut Hasbullah, memang tidak mudah merealisasikannya, karena pembiayaannya sangat besar. Untuk pembebasan lahannya saja diperkirakan menelan anggaran Rp2 triliun.

“Kalau dibebankan dari dana APBD Pemkot Depok saja sangat tidak mungkin, karena biaya pembebasan ketiga jalan itu mencapai Rp2 triliun. Oleh karena itu Pemkot Depok harus meminta bantuan pemerintah pusat dan provinsi,” tuturnya.

Hasbullah mengaku miris saat mengetahui Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, kerap terjebak kemacetan saat menjalankan tugas, sehingga lebih sering mengendarai sepeda motor ketimbang mobil dinasnya.

“Saya sempat tanya ke Pak.Pradi, berapa acara dan kegiatan dalam sehari. Pak Pradi menjawab 20 acara. Seketika saya membayangkan, menghadiri acara sebanyak itu tentunya tidak akan terkejar apabila hanya mengandalkan mobil, solusinya memang harus mengendarai motor,” tutur Hasbullah.

Hasbullah menilai Pradi mengendarai motor bukan untuk pamer atau gaya-gayaan, tapi memang sudah menjadi keharusan menjalankan tugas melayani masyarakat untuk menghindari kemacetan parah.

Pradi mengatakan yang paling terdekat untuk mengatasi sementara kemacetan di Kota Depok yakni Pemkot Depok telah memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) di tiga jalan rawan kemacetan yakni di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara Raya Perumnas Depok Satu berlaku selama 24 jam dan di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) yang diberlakukan buka-tutup yakni dari pukul 15.00 WIB-21.00 WIB.

“Hasilnya untuk sementara efektif mengurangi kemacetan. Selama masih efektif, kami akan terus memberlakukan SSA di tiga jalan tersebut, walaupun pada awalnya cukup mendapatkan kritik dan protes sebagian warga,” jelas Pradi.

Menurut Ketua Partai Gerindra Depok itu, kondisi jalan di tiga jalan tersebut merupakan jalan penghubung yang kerap macet dan menimbulkan juga kemacetan di jalan-jalan lainnya, terutama menimbulkan kemacetan di Jalan Margonda yang merupakan jalan protokol di Kota Depok. “Sebenarnya kemacetan di Kota Depok itu akan sangat parah pada akhir pekan terutama pada hari Sabtu dan Minggu dan juga pada hari libur nasional lainnya. 

“Kalau kemacetan di Jalan Dewi Sartika disebabkan karena ada perlintasan KRL yang setiap lima menit KRL mondar-mandir. Solusinya yang dibangun underpass atau fly over, tapi dananya cukup besar, dan Pemkot Depok sedang meminta bantuan dana APBN dari pemerintah pusat dan dana hibah dari Pemprov Jabar. Kau pakai dana APBD Depok nggak cukup,” papar Pradi.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Depok, Herman Hidayat mengeluarkan surat Nomor 665.1 /421. Isinya perihal Rencana Penerapan SSA yang ditujukan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Depok dan Satlantas Polres Depok untuk pelaksanaan SSA seja,
Senin 24 Juli 2017 hingga waktu yang yang tak ditentukan. (Meidya)

 509 total views

LEAVE A REPLY