Striker Lincah itu Sudah Bisa Tertawa

0
489

Striker Lincah itu Sudah Bisa Tertawa

Oleh: Rusdy Nurdiansyah

Lapangan Hall C Senayan menjadi saksi bisu. Kita berseberangan di lapangan yang kerap dipakai timnas Indonesia berlatih kala itu. Rusdy Nurdiansyah, striker andal, saya tukang jagal. Posisi kita memang head to head dalam permainan 11 lawan 11.

Ketika Rusdy terjatuh, saya sportif mengulurkan tangan. Tapi, ketika terjadi kericuhan di lapangan, kita sama-sama berada di tengah untuk melerai. Kita sama-sama kebingungan. Kita cuma bisa berteriak “…stop…stop..stop…woi kita semua teman…”

Ya, kita semua teman. Meski saya berkostum Tabloid GO, saya kenal semua pemain Republika yang dikomandoi Rusdy karena kita pernah satu atap di gedung “hantu” itu..sebelum dipoles seperti sekarang.

‘Permusuhan’ selama 2×45 menit itu berakhir dengan bersalaman dan berpelukan.

Saya yang berkostum Tabloid GO akhirnya mengalahkan Rusdy dan kawan-kawan dari Republika. Pertandingan Piala SIWO PWI Jaya tahun 1990-an itu tak kan terlupakan.

Rusdy bukan teman yang baru saya kenal. Saya paham karakteristiknya. Dia wartawan yang enerjik dan lincah. Selincah ketika mengolah bola di lapangan.

Sepekan ini saya tak mendengar cuitannya di medsos WA yang kerap menggebu-gebu dalam membahas segala hal.

Striker lincah kini tergolek di rumah sakit Graha Permata Ibu (GPI) Beji, Depok. Rusdy terkena tipus. Sudah dua hari wartawan senior Republika itu, menginap. Tapi kondisinya tampak sudah membaik. Dia bisa bercerita panjang lebar. Kadang melepas tawa saat saya, Wahyu, Jimmy dan Bobby menjenguknya.

Tapi, buat saya itu belum cukup. Lapangan rumput hijau di Senayan merindukan liukannya dengan atau tanpa bola. Pun argumentasinya yang meledak-ledak sudah ditunggu banyak orang.

Ayo bro lawan penyakit itu! Jangan biarkan virus itu berkeliaran. “Alhamdulillah sudah sehatan. Besok juga saya boleh pulang,” ujar Rusdy.

Cepat sembuh bro…!

 489 total views

LEAVE A REPLY