Warga Keluhkan Penundaan Instalasi, Ini Jawaban PDAM

0
639

www.depoktren.com – Warga di perumahan Permata Depok Sektor Nilam, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, mengeluhkan tersendatnya pemasangan sambungan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok.

Kloter pertama tiap warga dikenakan biaya pemasangan sebesar Rp 750 ribu, sedangkan kloter kedua yang dibuka pada Oktober 2017 sebesar Rp 1,5 juta. Tapi, hingga saat ini pemasangan instalasi belum juga dilakukan.

Menurut Antonius Setyajati, warga Sektor Nilam Permata Depok, dirinya telah membayar uang pendaftaran pemasangan PAM sebesar Rp 750 ribu. Tapi ia bingung belum ada tanda-tanda pemasangan instalasi di wilayahnya. “Yang ada di pemasangan instalasi di sektor lain. Daerah kami sempat ada penggalian, tapi setelah itu terhenti tanpa ada penjelasan,” kata Antonius.

Dany Pujiantoro, Ketua RT 005/07 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, membenarkan pihaknya belum mendapat penjelasan resmi dari PDAM terkait mandeknya pemasangan instalasi tersebut. Tapi menurut Dany di sektor lainnya Perumahan Permata Depok juga mengalami nasib yang sama.

Menanggapi keluhan warga, pihak PDAM kontan mengklarifikasi. Menurut EE Sulaeman SE, Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Kota Depok, pihaknya tak bermaksud menunda proyek tersebut. Dia justru ingin melakukan pemasangan instalasi tersebut sesuai agenda kerja. Tapi penghentian sementara itu dilakukan lantaran permintaan Antonius, Ketua RW 007 Kelurahan Pondok Jaya.

“Keterlambatan pemasangan sambungan baru itu berdasarkan kesepakatan dengan pengurus lingkungan setempat (RW). Mereka minta bekas galian instalasi yang sudah dilakukan diperbaiki dulu di sektor lainnya. Saat ini perbaikan galian masih berlangsung,” jelas Sulaeman.

Pasca perbaikan tersebut menurut Sulaeman pihaknya akan kembali melakukan pemasangan instalasi sambungan baru ke Sektor Nilam. “Saya harap warga bersabar, percayalah kami akan menjalankan tugas kami sebagaimana mestinya,” imbuhnya.* Suryansyah

 687 total views

LEAVE A REPLY