Kampung Damai di Depok Berdiri, Narasi Damai Siap Dibumikan

0
553

www.depoktren.com–Wahid Foundation bersama perempuan dan warga binnan kota Depok sukses menyelenggarakan deklarasi kampung damai yang nantinya diharapkan dapat menjadi pilar penyebar narasi damai kepada masyarakat sekitar dan masyarakat yang lebih luas lagi, sehingga narasi yang diupayakan dapat meminimalisir hingga mencegah tersebarnya pahan radikalisme dan intoleran dapat tersebar luas di kalangan masyarakat Indonesia.

Selain itu, acara yang diisi dengan gerak jalan santai, penampilan qosidahan dari kampung panggulan dan bazar kerajinan tangan tersebut juga dimaksusdkan untuk memupuk rasa persatuan dan perdamaian antar masyarakat sekitar.

Koordinator Wahid Foundation wilayah Jawa Barat Edi Saedi mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dentan Lurah Pengasinan untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK) yang akan mengakomodir Kampung Damai di kampung Panggulan

“Kami sudah bertemu dengan pak lurah untuk membahas SK kampung Panggulan sebagai kampung damai. Mereka sangat mendukung dan insya allah akan ada kerja sama konkret dengan kita,” kata Edi dalam sambutannya di tengah-tengah kegiatan Deklarasi Kampung Damai, Depok, Minggu (24/12).

Apa yang disampaikan oleh Edi tersebut pun setali tiga uang dengan pihak Kelurahan Pengasinan yang diwakili oleh M Nali yang merupakan Kepala Dusun Panggulan. Ia mengatakan jika pihaknya bersama dengan Wahid Foundation juga sudah membicarakan banyak terkait dengan Kampung Damai tersebut

“Alhamdulilah sudah banyak membahas kampung damai, yang penting kampung damai ini meningkatkan ekonomi ibu-ibu dan saat ini banyak yang sudah mendapat manfaatnya,” kata Nali.

Ia juga mengatakan jika Lurah Pengasinan juga sudah merespon baik dan setuju didirikannya Kampung Damai di wilayahnya itu.

“Pak Lurah sangat merespon atau setuju pada acara WF yang dilaksanakan. Mudah mudahan ini hasil dari pertemuan sebelumnya yang tujuannya sangat mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Diketahui, bahwa Kampung Damai yang baru saja dideklarasikan oleh warga binaan di kampung Panggulan RT 03/ RW 04, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat tersebut merupakan satu contoh proyek sosial yang digarap oleh Wahid Foundation sebagai upaya untuk menciptakan Kampung Damai di Indonesia.

Apalagi dengan dihadiri lebih dari 500 warga desa dari beragam latar belakang golongan itu merupakan wujud bagaimana Kampung Damai nanti bergerak. Persatuan dan kesatuan serta tenggang rasa dan saling harga-menghargai antar sesama dapat terwujud dengan baik di kalangan masyarakat khususnya di Kampung yang dipilih untuk dijadikan Kampung Damai.

Deklarasi Kampung Damai, Warga Panggulan Siap Jadi Pelopor Perdamaian

DEPOK – Kampung Damai adalah salah satu program sosial yang sedang diupayakan oleh Wahid Foundation (WF) dapat terealisasikan.

Sebagai wujud kecintaan terhadap perdamaian, Kampung Panggulan Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat adalah satu dari Kampung Damai yang ada di beberapa titik di Indonesia yang dijalankan oleh lembaga yang dipimpin oleh Yenny Wahid itu.

Adviser Wahid Foundation, Moqsith Ghazali mengatakan jika ada 30 kampung damai akan didirikan oleh Wahid Foundation di Indonesia, dan salah satu dari 30 kampung tersebut ada di Kampung Panggulan.

“Acara ini satu dari 30 kampung damai yang tersebar di daerah lain. Tujuannya membuat kampung damai ini untuk membangun kerukunan tingkat desa,” kata Moqsith.

Upaya keras mendirikan Kampung Damai tersebut juga didorong oleh rasa prihatin terhadap tingginya intoleransi di kalangan masyarakat yang dapat membahayakan perkembangan bangsa Indonesia di masa depan.

“Karena Indonesia dalam kondisi bahaya, intoleransi tinggi, teroris sudah masuk desa-desa,” terangnya.

Dengan didirikannya Kampung Damai seperti di Kampung Panggulan tersebut ia berharap besar nantinya Kampung Damai tersebut dapat menjadi pilat penyebaran narasi damai kepada masyarakat, sehingga perdamaian, persatuan dan kesatuan antar golongan masyatakat dapat terwujud dengan baik.

“Ke depan mudah-mudahan menjadi ribuan kampung damai. Jika Indonesia tidak damai kita semua akan terganggu. Indonesia secara umum masih baik, dibanding daerah Timur Tengah yang terjadi peperangan di mana-mana,” tegasnya.

“Toleransi dan kerukunan harus masuk desa. Jangan sampai perbedaan politik membuat permusuhan satu sama lain,” imbuhnya.

Moqsith juga mencontohkan perdamaian yang dapat dicapai masyarakat adalah tidak menjadikan pilihan politik sebagai penyebab perpecahan.

“Perbedaan politik tidak boleh membuat umat Islam bertengkar satu sama lain. Ini tugas dari pak RT dan ibu-ibu. Kita harus membangun kesadaran umat islam. Perbedaan politik tidak boleh membuat kita berselisih,” ujar Moqsith. (Supri)

 553 total views

LEAVE A REPLY