Anggota Genk Motor Jepang Disidang, Para Pelaku Menyesal dan Menangis

0
328

www.depoktren.com–Sebanyak 14 terdakwa pelaku yang berasal dari kelompok geng motor Depok yang melakukan penjarahan di Toko Fernando, disidang secara tertutup di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (17/1/2018).  

Sidang dilakukan dalam dua tahap. Untuk Tahap pertama menyidangkan sembilan pelaku, lalu enam pelaku disidangkan karena juga melakukan tindak kejahatan di dua tempat.

Sidang pertama dilakukan terhadap sembilan pelaku terdiri dari enam pria dan tiga wanita dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Enda Sendilosa,  Putri Dwi Astrini dan Rizki Ika Pratiwi dengan dipimpin Hakim Tunggal, Nanang Harjunanto SH.

Ke sembilan tersangka antara lain  AG (16), D (16), W (15), M (12), F (17), AB (17), BA (17) perempuan, EA (17) perempuan, dan YA (17) perempuan. Enam tersangka disidang tahap kedua yakni AG (16), D (16), W (15), M (12), F (17) dan AB (17).

Kesembilan tersangka di dakwa dengan pasal 365 ayat 2 ke 1 dan 2 atau pasal 368 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal di atas 9 tahun, namun karena masih dibawah umur maka hukumannya setengah dari maksimal yaitu 4,5 tahun.

Sedangkan keenam tersangka yang melakukan kejahatan di dua tempat didakwa dengan pasal 365 ayat 2 ke 1 dan 2 atau pasal 368 KHUP junto 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun namun karena mereka masih dibawah umur dan anak-anak maka dituntut 6 tahun penjara.

Usai sidang para terdakwa terlihat meneteskan air mata dan menyesali perbuatannya.

Para pelaku gang motor Jembatan Mampang (Jepang)
melakukan tindak kejahatan bersama-sama dengan menambil barang atau milik orang lai di toko Fernando, Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok II Tengah, Depok pada Sabtu (24/12) lalu.

JPU Enda Sendilosa,  usai sidang mengatakan,  kesembilan tersangka masih di bawah umur sesuai dengan Undang Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, ada kekhususan dalam penyelenggaraan persidangan anak maka dilakukan secara tertutup.

“Semua tersangka hampir sebagian besar menangis dan meneteskan air mata saat duduk menjadi pesakitan dihadapan Hakim Tunggal Nanang Harjunanto,” ujarnya.

Usai melakukan sidang ke tiga tersangka wanita yaitu BA, EA dan YA yang dibawa ke tempat tahanan belakangan mengaku kapok dan ngak bakal ikut-ikutan lagi. “Saya sama mereka berdua mau minta pulang aja,” tutur tersangka BA sambil menghapus air mata.

Dirinya bersama seluruh temannya kapok dan tidak akan berbuat maupun masuk geng motor lagi, imbuhnya yang berharap Pak Hakim maupun Jaksa menerima permintaan maaf dan keinginan kami agar tidak ditahan. “Saya masih mau sekolah dan belajar sama teman lainnya,” tuturnya. (Papi Ipul)

 328 total views

LEAVE A REPLY