Rumah Cimanggis Diusulkan Jadi Museum Situs Sejarah Kota Depok

0
722

www.depoktren.com–Kondisi Rumah Cimanggis yang tidak terawatakibat minimnya perhatian pemerintah terhadap salah satu situs sejarah Kota Depok ini.

Rumah tua peninggalan VOC di kompleks RRI Cimanggis, Depok, menjadi perdebatan dan pemberitaan yang sensasional, setelah muncul rencana pembangunan gedung Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Di tengah rencana pembangunan tersebut, timbul desakan agar Rumah Cimanggis diselamatkan dan dilestarikan bahkan dapat dijadikan museum situs sejarah Kota Depok.

Tak sulit mencari keberadaan Rumah Cimanggis karena lokasinya di dekat lapangan pemancar RRI dan persis di belakang Masjid Idza Attil Khaerat.

Rumah serba putih itu dipenuhi pepohonan dan tumbuhan liar. Bagian atasnya tak lagi beratap. Hanya sebagian sisi yang gentengnya masih utuh. Itu pun nyaris ambruk karena balok kayu yang menjadi struktur pembentuk atap sudah bergelantung ke bawah.

Informasi yang diperoleh, bangunan tua itu terakhir kali ditempati oleh sembilan kepala keluarga pada tahun 2000. Penghuninya merupakan pegawai RRI yang kemudian pindah dari Rumah Cimanggis, dan membangun rumah sendiri karena telah mendapatkan kavling. Setelah terakhir kali ditinggalkan, rumah itu pun tak terurus.

Dalam sejarahnya, Rumah Cimanggis adalah bangunan bekas peninggalan Gubernur Jenderal Vereenigde Oost-Indische Compaginie (VOC) Petrus Albertus van der Parra. Meski berusia ratusan tahun, rupanya bangunan tersebut belum terdaftar sebagai cagar budaya.

Menurut sejarawan JJ Rizal dalam keterangannya yang disampaikan, Kamis (25/1/2018), sudah terlalu lama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperlihatkan sikap abai terhadap Rumah Cimanggis dan situs-situs sejarah Kota Depok lainnya. “Dengan pemberitaan rumah tua Cimanggis yang menasional, sudah saatnya Depok menjadi kota yang bersahabat dengan situs sejarahnya dengan memenuhi amanah UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010, dengan demikian menjadi kota yang beradab,” ujar Rizal.

Diutarakan Rizal, menindaklanjuti perkembangan berita terkait dengan situs sejarah Rumah Cimanggis, aktivis komunitas sejarah yang bergerak dalam KSD memperjuangkan #SelamatkanRumahCimanggis, dan mengurus status situs-situs sejarah di Depok dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Pemkot Depok harus segera mengurus status situs-situs sejarah di Depok dari peringkat terdaftar di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga mendapatkan kenaikan peringkat menjadi penetapan resmi sebagai Cagar Budaya tingkat kabupaten/kota. Sesuai dengan amanah UU Cagar Budaya Pasal 44,” pinta Rizal.

Ketua Depok Heritage Community (DHC), Ratu Farah Diba menyatakan, KSD juga akan menulis surat permohonan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar membantu Pemkot Depok untuk menyelamatkan situs sejarah Rumah Cimanggis, sehingga bisa difungsikan sebagai museum sejarah di Kota Depok. “Surat tuntutan KSD ini disampaikan agar menjadi dorongan bagi Pemkot Depok untuk lebih peduli pada kekayaan situs-situs sejarah,” jelas Ratu.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, penetapan bangunan sebagai cagar budaya mestinya dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya di tingkat kota. “Kalau sudah ditetapkan, maka dengan sendirinya masuk daftar registrasi cagar budaya,” terang Hilmar. (Papi Ipul/Rus)

 722 total views

LEAVE A REPLY