Sejarah Peringatan Hari Pers Nasional

0
472

Usai ikut memperjuangkan proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, selanjutnya pers mempunyai peran strategis dalam mempertahankan cita-cita kemerdekaan.

Pada 9 Februari 1946, wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul dan bertemu di Surakarta membentuk organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diketuai oleh Mr. Sumanang Surjowinoto dengan sekretaris Sudarto Tjokrosisworo.

Lahirnya PWI itu sebagai wadah perjuangan mempertahankan Republik Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan, melambangkan kebersamaan dan kesatuan wartawan Indonesia dalam tekad dan semangat patriotiknya untuk membela kedaulatan, kehormatan, serta integritas bangsa dan negara.

Kehadiran PWI mampu menjadi tombak perjuangan nasional menentang kembalinya konolialisme dan dalam menggagalkan negara-negara boneka yang hendak meruntuhkan Republik Indonesia.

Nah, atas perjuangan insan pers itulah kemudian pemerintah menetapkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari. Penetapan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985.

Keputusan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu menyebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Akan tetapi, sebelum keputusan itu, HPN telah digodok sebagai salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan (PWI) di Padang, Sumatera Barat, pada 1978. Kesepakatan tersebut, tak terlepas dari kehendak masyarakat pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

Pada sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung tanggal 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan Hari Pers Nasional.

Lebih jauh, HPN tidak bisa dilepaskan dari fakta sejarah mengenai peran penting wartawan sebagai aktivis pers dan aktivis politik. Sebagai akivis pers, wartawan bertugas dalam pemberitaan dan penerangan guna membangkitkan kesadaran nasional serta sebagai aktivis politik yang menyulut perlawanan rakyat terhadap kemerdekaan.

Pers selalu mengalami dinamika permasalahannya dari masa ke masa. Sebelum Orde Baru hingga saat ini mulai dari belenggu kolonialisme hingga kebebasan pers yang dibungkam. Maka dari itu, diharapkan, melalui peringatan HPN, insan pers dan masyarakat sudah seharusnya senantiasa berbenah dan mewujudkan cita-cita Indonesia.

Catatan:
Rusdy Nurdiansyah
Wartawan Senior Republika
Ketua Pembina Depok Media Center (DMC)

 472 total views

LEAVE A REPLY